Oleh: sangprofesor | November 3, 2007

Hujan, kau ingatkan aku…

Terakhir menelpon orang rumah tadi malam, ^_^ di bengkulu lagi musim gempa sahabat, tiap hari kayaknya adaa ajaa…kekuatannya juga antara 5 SR dan sekitarnya, tapi karena sudah terlalu sering, maka dianggap biasa, kalau diatas 7 katanya baru agak keki, masyaAllah. Ya Allah moga ujian itu membuat naik ketaqwaan kami…aamiin.

 

Lain bengkulu, lain pula jogja. Jogja lagi musim hujan sahabat. Sedia payung sebelum hujan. Hmm…sayangnya aku belum beli payung baru, si silver menghilang beberapa waktu lalu. Moga segera dapet gantinya, si silver baru, yupz!

 

Suatu senja, saat hujan mengiringnya kepada malam. Pulang dari kampus selepas ujian, yupzz…jogja di sore hari, hujan! Awalnya gerimis, lalu mampir sebentar untuk beli makanan. Lama2 menderas juga. Terpaksa menunggu agak reda….hmm…lama juga, seorang lelaki menerobos hujan itu, dalam hati ku bergumam untuk diri sendiri ” hey, ada apa? Sudah agak mereda tuh! Bukankah kau suka air, dan bukankah kau juga air?” kubulatkan tekad. Maka,  kuterobos ia!

 

Hujan, kau ingatkan aku

Pada seorang yang tak pernah lelah mendoakanku, seorang yang selalu berbuat terbaik untukku, seseorang yang menyelimutiku tatkala lupa berselimut, seseorang yang membuatku bangga memilikinya, seseorang yang menunjukkanku tentang banyak hal. Ma, terima kasih. Aku tak kan pernah bisa membalas jasamu. Tapi ma, doakan saja terus, agar nanti aku bisa menjadi jariahmu.

 

Hujan, kau ingatkan aku

Pada seorang yang selalu bilang ”lia berdoa aja sama Allah, pasti dikabulkan, asal kita menjalankan semua perintah-Nya, hanya meminta kepada-Nya, minta tolonglah hhanya kepada-Nya, ingat Dia terus.” pa, terima kasih. Kau juga harus minta kepadanya, biar dikabulkan, doakan aku menjadi jariahmu.

 

Hujan, kau ingatkan aku

Pada seorang brigadir tegar. Kak, la tahzan, innallaha maana. Adikmu selalu mendoakanmu dari sini. Mungkin menjadi brigadir dengan satu tangan adalah yang terbaik. Walau aku tahu, seorang brigadir tanpa satu tangan sama saja dengan seorang koki yang kehilangan indra perasanya. Tapi kak, aku yakin Allah lebih tau yang terbaik untukmu. Aku doakan pula kau memiliki pendamping yang kau mimpi, jangan terlalu panik. Aku berdoa, siapapun yang menjadi kakak iparku nanti adalah sebaik-baik perhiasan dunia yang mendampingimu, seorang wanita sholehah. Moga Allah memberi cahaya kepadamu, selalu.

 

Hujan, kau ingatkan aku

Pada seorang gadis jeruk disana. Seorang yang selalu bisa memberi warna. Seorang bijak yang cuma sering lupa(atau sengaja lupa?! aduh Neng, ilmunya yang dari ponpes jangan ampe lupa ya!!!). seorang yang dulu membuatku berkata” aku harus lebih baik darimu, minimal sama” . seseorang yang jadi tempat diskusi dan tukar pendapat. My lovely sister, ibu suster. Good luck untuk test nya ya. Moga jadi suster yang bijak. Jangan jadi suster usil, ntar pasiennnmu pada ngabur…^_^

 

Hujan, kau ingatkan aku

Pada seorang yang bila dekat sangat menyebalkan. Tukang debat!selalu cari perkara, dasar pak jaksa! Calon jaksa diing, katanya… Tapi kalo berjauhan, udah kayak sakarin, manis!sepertinya buatan…hehe…peace bro…peace!^_^…yang semangat ya ngerjain skripsinya. Doaku, moga Allah senantiasa menjagamu dan memberimu jalan agar lebih mendekat pada-Nya. Jalur hukum itu susah bro! Resiko tingkat tinggi.

 

Hujan, kau ingatkan aku

Pada alif kecil dan yang lainnya, yang….apakah hujan2 begini mereka masih disana? Diperempatan jalanan, di bawah lampu merah, atau sedang menggigil di balik rumah kardusnya… Ya Allah tunjukkan jalan-Mu kepada si alif kecil dan meraka lainnya. Beri ketegaran, beri kekuatan, beri ketabahan, beri cahaya-Mu.

 

Hujan, kau ingatkan aku

Pada sahabat-sahabat terbaik disana. Semangat kita itu saudaraku! Jangan pernah berhenti mengukir epik ya! Ganbatte ne! Moga kita istiqomah di jalan-Nya.

 

Hujan, kau ingatkan aku

Pada mereka yang tak lelah berjihad, pada mereka yang membuat kita memunculkan berbagai cita. Saudara-saudaraku di palestina…bagaimana mereka…ya Allah beri kekuatan dan ketabahan pada mereka. Selamatkan mereka ya Allah…menangkan…

 

Hujan, kau ingatkan aku

Pada satu cinta kepadanya, yang dalam akhir katanya menyebut aku, juga kamu ”umatii, umatii…” ya rasulullah aku hanya menyusuri lembaran shirohmu, pahit getir perjuanganmu semoga memberi cahaya pada kami.

 

Hujan, terimakasih, karena kau ingatkanku

Pada Dia. Yang bila mengingat-Nya hati kan tenang. Dia, yang jiwaku juga jiwamu ada di genggaman-Nya. Ya Allah, sungguh, aku hambamu. Dan jadikan hujan ini bermanfaat bagi bumi.

About these ads

Responses

  1. hujan, kau ingatkan aku.. pula..
    lama ga silaturahim ke halamannya mbak risma…
    sama,….
    inget karena hujan….

  2. hujan….kau ingatkan aku pada seorang ibu yang tidur waktu malam telah larut, bangun waktu pagi masih buta lalu mengemasi barang dagangannya.
    aku teringat akan ibu yang terisak haru saat dagangannya jatuh berceceran pada suatu sore di bulan ramadhan, saat aku teringat akan kesedihan ibu, dia teringat akan anaknya, sejak dulu, sebelum aku bisa mengingat sejak kapan dia tertidur selarut itu, sejak kapan dia bangun sedini itu.

  3. peLangi kalee warna..
    tenang za…suster kyk ayk mah patient-nya ga’ bkl ngabur, justru pd betah n cpt smbuh!!!^_^,, mlh ada yg blg..”plgny diundur aj y sus..ntar kl plg kmi g bs mndang wjh lembut suster lg dOnk”..hwehehehe^_^..

  4. ayuuuuuuuuuuuuuuk anti………welcome ya bu suster!!!akhirnya kau berkunjung juga ke weblog adekmu ini. yuk, hp lia tadi siang tiba2 mati(mpe sekarang gak idup2 lg! pas dibuka simcard-nya yang udah berumur itu juga ikut2an rusak! hfuuf harus SABAR!aamiin…..^_^


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 40 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: