Oleh: sangprofesor | November 3, 2007

Mahabbah fillah…

 

”Kuharap engkaulah sahabat setia yang hangat menyapaku di bumi dan surga.engkaulah kesayanganku yang membangkitkan rindu pada Rabbku. Semoga Allah mengabadikan cintaku padamu. Kaifa haluki ukhti?”

 

Sepenggal sms yang kujawab dg sms:

 

”alhamdulillah bi khoir. Apa kabarmu disana mbak? Semoga mencintaimu Dzat yang membuatmu mencintaiku…”

 

Tadi malam, sahabat2ku juga bertanya kabar dan menyahut rindu. Dalam hati ku bergumam pula seketika. ”semoga rindu kalian itu adalah ridho-Nya.”

 

Dosenku pernah bilang, ”orang kita itu(anak kimia ugm), sebenarnya cerdas2(hehe, bapaknya narsis) tapi sayangnya tidak pandai merangkai kata, seharusnya jurusan kita mengadakan mata kuliah merangkai kata!”

 

Yupz, bener. Sungguh, aku tak pandai merangkai kata. Ingin rasanya mengatakan segala rasa ini, tapi tak kuasa. Maka biarkan aku mengutip sebait paragraf dari buku mungil itu. ”berjuang di dunia, berharap pertemuan di surga”

 

Saudaraku yang kucintai,

Ingin sekali rasanya kebersamaan ini tak pernah berakhir. Ingin sekali rasanya iringan langkah kita tak pernah putus. Kita bahkan selalu berharap agar Allah berkenan memasukkan kita ke dalam surga-Nya, bersama pula. Saudaraku, begitulah ungkapan hati yang muncul kala kita menjalin pertemanan, persahabatan, persaudaraan karena Allah subhanahu wata’ala. Kita telah mengawalinya dengan keimanan. Dan keimanan itu harusnya tetap memelihara kita sampai kehidupan yang abadi di akhirat.

 

Ya, sebuah persahabatan, persaudaraan yang diikat oleh kecintaan berjuang di jalan-Nya.

 

Untuk seseorang di pulau borneo, tetap semangat ya mbak! Keep smile, kalo ketemu adek semacam aku lagi, ya…sabar ya.(btw, ada gak ya?mungkin!). doaku moga kau diberi-Nya nafsun tadhi dan himmah yang tak putus-putus…dan doakan saja adekmu ini tetap istiqomah, tetap kuat menggenggam estafet amanah disini…aamiin…

 

Untuk ukhti-ukhtiku, sahabat-sahabat terbaikku, baik yang di jogja, di jakarta, di bogor, di padang, di bengkulu, di solo, di palembang, dimanapun kalian kini. Doa ini untuk kalian.

ya Allah, Engkau tahu bahwa hati ini telah berhimpun dalam kecintaan kepada-Mu, telah berjumpa dalam menaati-Mu, telah bersatu dalam dakwah kepada-Mu, telah terjalin dalam membela syariat-Mu. Maka teguhkanlah, ya Allah, ikatannnya; kekalkanlah kasih sayangnya; tunjukilah jalan-jalan; penuhilah hati itu dengan cahaya-Mu yang tidak pernah sirna, lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman kepada-Mu dan indahnya kepasrahan kepada-Mu hidupkanlah ia dengan berma’rifah kepada-Mu; matikanlah ia diatas kesyahidan di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau adalah sebaik-baik penolong. Ya Allah, kabulkanlah. Dan, curahkanlah kesejahteraan dan kedamaian kepada baginda kami Muhammad Sholallahu alaihi wasalam, serta kepada keluarga dan sahabat beliau”


Tanggapan

  1. hmm…
    orang kimia ga banyak yg pandai merangkai kata,… termasuk juga aku mbak….
    merangkai reaksi kimia aja masih bingung :D
    kimia ugm di gituin,…
    kimia undip lebih…. (apa yach?)
    hmmm….
    belajar merangkai kata….
    yups..

  2. mungkin tidak semua anak kimia tak pandai merangkai kata……
    atau mungkin banyak anak kimia yang pandai bicara dan berpesan tanpa kata?

  3. terharu membaca artikel ini,,,yang smsnya ternyata dikirimkan juga padaku belum lama ini..mungkin dari orang yang sama,,pasti dari orang yang sama!!salam buat seorang mb di pulauBorneoBarat,,,ternyata kepergian beliau membawa cinta yang begitu besar untuk ade2nya,,,,,Semoga cinta ini selalu berpayung Cinta-Nya…


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.