tadi malam seorang sahabat nun disana bertanya padaku, “lia, lagi semngat/tdk? lia, gimana biar kita semngat+semangat…?”
aku tersenyum, alhamdulillah, aku dalam keadaan semangat, kawan. jemari ini cuma bisa mengetik seuntai pesan.” energi terbesar kita, hanya kita peroleh jika kita mendekat kepada-Nya…mendekat kepada-Nya…mendekat…hingga sangat dekat…melakukan kerja2, apapun itu, hanya karena DIA, untuk DIA….wallahu’alam”
***
dua hari lalu ikut sebuah dauroh, persiapan jihad bil kital(fiuh…ikhwan, akhwat! martial art itu penting!). alhamdulillah bukan hanya fisik yang ter up-grade. tapi satu niat yang menancap dalam hati dan tujuan yang benar2 kudapati. tholabul ilmi. up-grade ruhiyah, mendekat pada-Nya dengan tafakur alam. disana, di puncak gunung itu. berkali2 dalam tafakur itu. melihat betapa kecilnya dunia. betapa bahwa kita ini sama. yang membedakan hanya ketaqwaan kita. dan sumber energi terbesar itu….memang hanya kita dapatkan jika kita dekat dengan-Nya, mendekat dan semakin mendekat, sehingga sangat dekat! seakan kita melihat-Nya. DIA melihat kita…… dan cukuplah Ridho dan cinta-Nya…insyaAllah…istiqomahkan ya Allah…

***
“…Pada hari itu manusia adalah seperti anai-anai yang bertebaran. dan gunung-gunung adalah seperti bulu yang dihambur-hamburkan.Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya,maka dia berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah…” (Q.S Al-Qaari’ah: 4-9)