Visi islam tentang keluarga. Ketika Rasulullah SAW mengatakan, ”rumahku surgaku,” beliau telah mengisyaratkan betapa strategisnya posisi keluarga. Islam memandang keluarga, sebagai ’surga kecil’. Sebaliknya, ketika masyarakat Barat menganggap perkawinan dan keluarga sebagai neraka kehidupan, mereka justru terjerumus dalam neraka individualisme.
Sebuah keluarga akan menjadi surga kecil jika ia memenuhi empat fungsi, yaitu:
Fungsi Fisiologis
Satu dari empat yang membuat orang bahagia, seperti sabda Rasulullah SAW, adalah fungsi fisik ini. ”istri yang shalih, rumah yang luas, kendaraan yang nyaman dan tetangga yang shalih.”(HR.Al-Hakim)
Rumah luas melapangkan dada. Makanan bergizi menghilangkan lapar dan menyehatkan raga.
Secara fisik, sebuah keluarga berfungsi sebagai:
- Tempat semua anggotanya mendapat tempat berteduh yang baik dan nyaman
- Tempat semua anggotanya mendapat makan dan minum, pakaian yang cukup
- Tempat suami dan istri memenuhi kebutuhan biologisnya
Fungsi psikologis
Secara psikologis, fungsi keluarga adalah:
- Tempat semua anggotanya diterima secara wajar dan apa adanya
- Tempat semua anggotanya mendapat perlakuan secara wajar dan nyaman
- Tempat semua anggotanya mendapat dukungan psikologis bagi perkembangannya
- Basis pembentukan identitas, citra dan konsep diri segenap anggotanya
Inilah makna khusus dari suasana surgawi keluarga, karena istri dan anak-anak adalah hiasan dunia yang kita semua secara fitrah mencintainya. Bila orang bebas dari kelaparan dan aman dari ketakutan, ia dapat beribadah dengan baik.
Fungsi sosiologis
Fungsi sosiologis sebuah rumah yaitu:
- Sebagai lingkungan pertama dan terbaik bagi segenap anggotanya
- Sebagai unit sosial yang menjembatani interaksi positif antara individu-individu anggotanya dengan masyarakat sebagai unit sosial yang besar
Fungsi dakwah
- Menjadi objek pertama yang harus didakwahi oleh setiap dai
- Menjadi model keluarga muslim ideal bagi masyarakat muslim maupun nonmuslim sehingga ia menjadi bagian menyeleuruh dari pesona islam
- Setiap anggotanya terlibat sebagai partisipan dakwah yang aktif dan kontributif
- Memberi antibodi segenap anggotanya dari virus kejahatan
Maroji: Fikih nikah
***
Tiba-tiba ngomongin ”visi islam tentang keluarga”. Ono opo tho risma? Hehe… Ga pa pa kok… ini cuma karena ada Rawa’i dari bumi Raflessia nun di sana. Dan moga aja tulisan itu bermanfaat buat diri sendiri dan orang lain…
Kemarin, tanggal 19 Syawal 1429 H. Ada yang walimahan. Duh senengnya….! ^_^ hehe… yang ngeliat dari kejauhan aja ikut bahagia, gimana sohib-sohib yang standby di Bengkulu sana ya?! Pastinya bahagia plus plus deh ngeliat tuh orang bedua jadi nikah… (katanya, aqadnya sangat lancar…alhamdulillah…)
Ternyata, si salut no.1 itu Cety ama kak Hendy. Yup! Sesuai firasat hati. Mantan ketua keputrian ama mantan ketua ROHIS…. Beda angkatan, beda kepengurusan…, ternyata jodoh is jodoh ya!(??)
Entahlah, aku juga kurang tau ”chemistry”-nya gimana. Yang jelas mereka itu ’pesen bakso gak pake lama’!(Hehe… apa coba… :p) Maksudnya, pesen nikah gak pake pacaran!! Ta’aruf trus langsung nikah deh!
Yap. Cety dan kak Hendy. Met merajut cinta dalam cinta kepada-Nya. Met membangun “rumahku surgaku”. Dan semoga Allah SWT menghimpun yang terserak darimu berdua, dan kiranya Allah SWT meningkatkan kualitas keturunan kalian, menjadikan pembuka pintu-pintu rahmat, sumber ilmu dan hikmah, serta pemberi rasa aman bagi umat…
Barokallahulaka wa baroka ‘alaika wa jama’a bainakuma fi khoiri…
Assalamu’alaikum wrwb,salam kenal
Oleh: usaha aqiqah on November 22, 2008
at 3:57 am
Assalamualaikum mbk?
mbake pie kabare? nte kunanaon atu teh?
hehe, ini lia n ulan, adek NAmun..
wah ikut bahagia mbak, benerin tu brita koq g’ disebarin?
mbak sendiri pie, kpan nyusul, hehe!!!
Oleh: lia n ulan on Desember 23, 2008
at 3:10 am