
“…Sahabat seperti bintang, walau jauh, tapi tetap bercahaya. Meskipun kadang menghilang, tapi sebenarnya dia tetap ada di tempatnya. Dia tak mungkin dimiliki, tapi tak bisa dilupakan, dia selalu di hati…Sahabat bisa marah, tapi ga bisa membenci. Sahabat bisa menangis, tapi kadang ga bisa melihatmu sedang menangis. Sahabat bisa saja diam, tapi akan bertindak cepat saat kau disakiti…Sahabat adalah dorongan ketika kau hampir berhenti, petunjuk ketika kau tersesat, membiaskan senyuman sabar ketika kau berduka, memahapmu ketika kau hampir tergelincir, dan mengalungkan butir – butir mutiara doa padamu…Rabb, jagalah sahabatku dalam agama-Mu. Kuatkan pijakan kakinya dijalan-Mu. Kuatkan jasadnya dengan rahmat-Mu. Kuatkan ruhnya dengan kecintaan padaMu. Buatlah dia tersenyum sampai kelak ke Syurga-Mu..”
Sungguh penting banget sahabat dalam hidup ini….Aku tak bisa mengelak pernyataan ini. Tanpa sahabat di sisiku, aku merasakan kekosongan dalam hatiku. Saat dia bersamaku, aku seperti punya kekuatan tambahan untuk bergerak melangkah ke depan dengan semangat dan lebih kuat tentunya. Sahabatku, dimanapun kau berada semoga hati kita selalu dipertautkan oleh-Nya. Sahabatku, maafkanlah segala kesalahanku selama ini, baik yang aku sengaja atau yang ga sengaja, atau juga baik yang terucap di depanmu atau pun yang di belakangmu. Maafkan, kalau aku terlalu cuek, kalau aku terlalu egois, dan seringkali tak bisa memahami apa yang kau rasakan…
Sahabatku, aku selalu berusaha memahami kalian terlebih dahulu. Setelah itu, aku berusaha merespon dengan gayaku yang kadang berbeda tuk tiap karakter. Tapi maafkanlah aku, jujur kata hatiku yang pernah berteriak, ”mohon juga mengertilah keadaanku yang sangat terbatas ini”, ”aku tak 100% seperti yang kau pikir”, ”aku tak bisa selalu jadi yang kau inginkan”, ”aku hanyalah seorang manusia, yang juga punya perasaan, jadi tengoklah perasaanku”….Maafkanlah semuanya itu…
Yang aku inginkan sekarang, aku ingin kalian mewujudkan permintaanku, aku minta KALIAN SEMUA TERSENYUM MEMBACA TULISANKU INI ^_^….permintaanku ini mudah khan tuk diwujudkan…
THANKS FOR ALL….SAHABAT-SAHABATKU TERSAYANG. Aku tak bisa memberikan sebuah hadiah yang luar biasa, hanya ucapan terima kasih beriring doa, agar kalian semua selalu dalam ridhoNya.Amiin…
by: diatasnamacinta
*) sebuah tulisan yang…hiks…syusah deh, masa’ merangkai kata yang kayak gini aja ga bisa…T_T
*) Jazaakumullah khoiron katsir untuk yang nulis, tulisanmu kucopas ya?(iya…. :p)
tadi kita papasan ya, di rantai jeruji itu..
Risma, kayfa haluk?
Oleh: niefha on Maret 11, 2009
at 7:32 am
alhamdulillah, sekarang dah khoir mbak, ^_^
yup, (kemarin) kita papasan…
hmm, eh mbak, dari hari ke hari, buletin inspiratif tambah keren euy. salut deh ama bimo. yah, smoga inspiratif bisa terus melaju di kampus biru… good luck 2x! ^_^
Oleh: risma on Maret 12, 2009
at 9:07 am
mmm, baru singgah lagi ke blog ini..
lama ndak ngeblog sibuk ngapain?
selamat muncul kembali deh..
Oleh: ovan mulia on Maret 16, 2009
at 3:33 am
jazakillah…
saya sudah tersenyum ketika membaca tulisan ini…
Oleh: zzzatm on Maret 20, 2009
at 3:24 am
assalamu’alaikum ukhtiy risma…..
mampir bentar di blognya, eh kebetulan ada tulisan tentang sahabat….
ketika sahabat itu ternyata menyampaikan sesuatu namun disampaikan dengan cara tak ahsan, ataupun kitanya yang menganggap hal itu tak ahsan… mestikah persahabatan itu merenggang,,,?
pencarian sosok sahabatpun tidak berhenti seketika, saat kita menemukan seorang sahabat, sebab selalu saja terbuka pintu-pintu peluang masuknya sahabat-sahabat baru ke hati kita… iya kan mama ….(aku biasanya manggil kamu tu mama kan bu”…?
afwan ya… sedikit qadhaya nih…
Oleh: yoe2 on Maret 31, 2009
at 5:15 am
^^
Risma…
kapan kita bisa ketemu lagi….
Oleh: LoveAlloh_atik on April 18, 2009
at 11:20 pm
keren bagus
Oleh: oji on April 22, 2009
at 5:02 am
risma risma…ada-ada saja..
eh, kerjain PRmu di:
http://117745eva.wordpress.com/2009/03/26/tagged-juga/
Oleh: imas eva wijayanti on April 23, 2009
at 4:01 am
to Ovan: ”sibuk ngapain?”
MTA, Van. Ovan apa kabarnya nih?
usahanya yang kemarin lancar teu? bahan2nya jadi beli dimana?
to zzzatm: waiyyakum. alhamdulillah, saya juga tersenyum sewaktu dipertemukan dg tulisan ini. dan karena saya juga kepengen sahabat-sahabat saya tersenyum, makanya saya copas…
to Yuyuku:
wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh…
yuyu yang disayang Allah, lagu “…persahabatan bagai kepompong” sepertinya cocok dengan qadhaya anti ini. ada persahabatan?? ada masalah?? kadang ada ngambek2an ya?? ada saling mengoreksi?? ada keikhlasan… dan karena maaf memaafkan itu indah…
Allahu’alam.
Kemudian…
… ”Pencarian sosok sahabatpun tidak berhenti seketika, saat kita menemukan seorang sahabat…”
mungkin iya, tapi seseorang pernah bilang…, ”Menjadikan mereka(semua makhluk yang bertasbih kepada-Nya) sbg sosok sahabatpun adalah proses yang tak kan berhenti…” gimana, bu? (hehe, berasa udah kaya ibu2)
yups! Risma mohon koreksi, bimbingan, dan doanya ya, yu…
’afwan kalo ada salah2 kata…
syukran katsir…
dan titip salam buat sahabat2 yang ada di Padang
to mbak imas: waaaaa… mbak imas… mbak imas… ada2 saja. iya, insyaAllah risma liat PR-nya. jazaakillah ^_^
Oleh: risma on April 23, 2009
at 6:13 am
asslmlkm.
sang profesor???hmmm…,asik juga.
kenalkan aku wiwid.blognya bagus, tapi dikit serem.tu ada pocongnya.hehe
tapi okelah….
semangat ya mbak, keep on fighting…………..
Oleh: wiwidhumeur on April 29, 2009
at 7:52 am
Assalamualaikum, risma..ni eka,, yag dari farmasi
ijin ngelingk blog ya,,
moga blognya berkah!!
Oleh: eka on Mei 14, 2009
at 8:00 am
maaf…walo belum baca semua…tp, sahabat memang menarik tuk ditilik dan diulik…unik menggelitik. aku cuma mau tanay apa ini risma yang pernah kunjungi blog kami di blog riungan kpi, waktu itu ada tulisan cerpen yang nama tokohnya sama? klo iya ini “Buritan” kami yang lain…:-)
Oleh: Haflah on Mei 26, 2009
at 5:56 pm
i luv sahabat..
Oleh: syifa on Agustus 15, 2009
at 6:55 am
hmm…belum ada yang baru ya.
Oleh: KAtS on Oktober 22, 2009
at 10:23 am
Mengapa ku harus cemburu pada para bidadari
Menari mengitari jiwa
Tersembunyi mutiara
Tergores pesan di bekas tapak terluka
Belumlah cukup
Bekal bergelut di rimba
Kegigihan dan keikhlasan
Peretas jalan
Perengkuh keindahan
Oleh: rumaysho on Oktober 28, 2009
at 1:09 am