Satu pagi di hari raya
Aku sujud memuji Mu
Satu pagi di hari raya
Aku sujud membesarkan Mu
Ku melafazkan takbir
Penuh rasa kehambaan
Ku melafazkan tahmid
Penuh rasa kesyukuran
(korus)
Gema takbir di pagi raya
Ku teringat kampung halaman
Aku di perantauan
Tak berdaya menahan sebak
Gema takbir di pagi raya
Ku rindukan ibu di sana
Keluarga sanak saudara
Hanya doa kukirim
Marilah di hari raya
Kita semua bermaafan
Lupakan persengketaan
Eratkan persaudaraan
Harmoni di hari raya
-Satu pagi di Hari Raya by Raihan-
*****
Jelang petang, jelang waktu operasi seorang sahabat, RS Karima Utama Solo.
“Kemarin idul adha baru merasakan lebaran jauh dari keluarga… nangis sendiri, ternyata gini rasanya kalian yang merantau, sedihnyo…” ujarnya yang sebentar lagi akan dioperasi.
“Ya ya… rasakanlah…” kata yang lain.
Lalu memoriku meloncat pada kepingan-kepingan episode dalam enam tahun terakhir ini.
Ah, air mata itu, penguat asa dari-Nya;
Jauh dari keluarga, jauh dari tempat yang disebut-sebut sebagai rumah,
walau sebenarnya, kita akui bahwa, terkadang, jaraklah yang membuat kita semakin dekat; semakin dekat dengan-Nya, semakin dekat dengan mereka.
Maka mungkin ini tentang rindu,
tentang keinsyafan seorang hamba,
tentang sabar dan tentang syukur,
tentang nikmat yang terasa ketika ia tiada,
juga tentang taburan nikmat lainnya yang tengah Ia hadirkan kepada kita;
tentang doa-doa yang Ia kabulkan seketika, mungkin tanpa kita menyadarinya.
Lalu tentang jenak dimana kita seharusnya tersadar;
sadar sesadar-sadarnya;
inilah cara-Nya;
dari satu pagi di hari raya, Allah mentarbiyah kita untuk menjadi semakin kuat, menjadi semakin bijaksana.
*****
“Mengapa Allah menyiksamu jika kamu bersyukur dan beriman?
Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui”
(Q.S An Nisaa’; 147)

hemmh,,,syair nya begitu menyejukan,,
dan saya suka postingan yang seperti ini,,,membuka kembali mata dan hati kita agar tatap semua kembali kepada Allah,,
terima kasih
Oleh: Cara Mengobati Diabetes Melitus Secara Tradisional on November 22, 2011
at 4:34 am
subhanallah begitu indah syair nya..
menyentuh sekali gan!!
nice share gan
Oleh: hera148 on November 28, 2011
at 2:57 am
adapun kebenaran, kesempurnaan, ia-nya hanyalah milik Allah
adapun kekurangan, salah dan khilaf, itu dari saya
Baarakallaahu fiekum, ya, sahabat
*keep connecting
Oleh: sangprofesor on November 28, 2011
at 3:33 pm
wah sungguh bagus sekali sair nya.
subhanawloh, memang bener bener kuasa allah.
terimakasih dan salam kenal.
Oleh: Susi susanti on Desember 5, 2011
at 8:04 am
prof. how about al-muharram?
nothing happens?
Oleh: hungo on Desember 11, 2011
at 4:23 pm
@Hungo
Muharram 1433…
There is rainy season, ya, Hungo… ^_^
it rains cats and dogs
don’t you see, do you?
it happens a lot
*mohon doanya, ya…
**keep connecting ^_^
Oleh: sangprofesor on Desember 15, 2011
at 12:16 am
wah betul juga, sekarang dah masuk musim hujan
tapi bukannya ada puasa asyuro dan tegaknya jihad di dammaj,yaman, gak mau dibahas nih prof?topik yang menarik itu
hujan kucing dan anjing, ah pasti profesor becanda nih, sangat mengerikan kalo itu benar terjadi
*ane bukan orang suci prof. gak pantes dimintain doanya
Oleh: hungo on Desember 21, 2011
at 7:12 pm