Sampai Kapanpun,
Kita Harus Rindu
pada Tanah Itu
Sampai kapanpun, kita harus rindu pada tanah itu
Rindu kita pada tanah itu, rindu kita pada sosok Ibrahim dan keluarganya
Rindu baitullah, rindu Rasulullah
Rindu kita pada tanah itu, tak akan pernah sia-sia
***
Maka pada hati yang tertambat, pada rindu tanpa batas waktu, kita mohon pada Dia Yang menumbuhkan rasa ingin menuju di hati kita: Agar bagi kita yang belum pernah pergi ke tanah mulia itu, ada rindu yang terus kita pacu, agar suatu waktu nanti kita bisa menapakkan kaki disana, mengangkat tangan dalam doa panjang disana, menempel kening dalam sujud-sujud yang utuh di tanah itu. Kemudian setelahnya, pada jiwa yang telah merasakan getarnya di tanah suci itu, Allah izinkan untuk datang kembali. Kembali lagi. Dan lagi.
Amin.
***
“Tak ada seorang Muslim pun kecuali ia rindu
melihat ka’bah dan melakukan tawaf.
Manusia menuju kesana, dari segala arah
dan seluruh penjuru bumi.”
(Imaduddin Isma’il bin ‘Umar bin Katsir rahimahullah)
—
*apresiasi pada Tarbawi edisi 262 Th.13 Dzulhijjah 1432, 17 Nov 2011



Aamiin ya ALLAH. Semoga dimudahkan ya. Pernah disebuah khutbah jum’at sang khotib bercerita ttg cita-cita ke Baitullah ini, yang bisa saya petik, ketika kita sudah punya niat, dan niat tersebut sudah sedemikian bulat, InsyaALLAH, ALLAH akan memudahkan jalan kita menuju Baitullah.
Udah lama gak silaturahim ke blog ini ^_^
Oleh: CATATAN SI ZUKI on Desember 1, 2011
at 5:49 am
semoga dimudahkan, semoga diberikan jalan
Aamiin ya Allah… ^_^
nb. memangnya dulu sudah pernah mampir ke sini, ya, Pak? Risma ga nyadar, afwan ^^
Oleh: risma on Desember 2, 2011
at 11:01 pm
membacanya menimbulkan kerinduan untuk dapat kesana kembaliiii…
Subhanallah…
Semoga profesor risma diberikan kesempatan untuk berkunjung kedua masjid itu ^_^
Oleh: Ahmad Eki on Desember 5, 2011
at 3:43 am
risma apa kabar?
smoga kita smua dimudahkan yak,,, membayangkan berada di sana…
Oleh: smartsholeha on Desember 7, 2011
at 2:57 am
memang harus kita rindu pana tanah suci itu.
mudah mudahan kita menjalan kan perinta allah yang ter akhir itu ya. amien.
Oleh: susi on Desember 10, 2011
at 7:09 am