Oleh: sangprofesor | Oktober 17, 2008

a first single step…

Quote of the day: A journey of a thousand miles must begin with a first single step..

lama tak menyapa lewat sp di wp. mengawali semuanya, dari dalam lubuk hati kuucapkan,  “taqobalallahu minna wa minkum. minal aidin walfaizin..  sahabat, maafkan segala kesalahan Risma ya… “

dan hanya dengan rahmat-Nya seorang insan bisa kembali fitri. hanya dengan pertolongan-Nya seorang insan bisa kembali pada kesucian fitrah. semoga ibadah Ramadhan kemarin dalam ridho-Nya.

hamba yang lemah ini pun senantiasa berdoa kepada-Nya, semoga bisa berjumpa kembali dengan Ramadhan tahun depan. aamiin ya robbal’alamiin..

Oleh: sangprofesor | September 17, 2008

Cerita aja…

Bismillahirrohmanirrohim…

SIC, 17 Ramadhan 1429 H. Masih dalam Ramadhan full barokah. Sedang menanti seorang kenalan dari jurusan TPHP UGM.

Hmmhh… entahlah…  harus darimana kumulai cerita. Hmm, biar kuawali dengan: Alhamdulillahirobbil’alamiin…

Segala puji hanya bagi Allah. Manusia boleh saja punya keinginan ini dan itu, tapi tentu saja Allah-lah penentu segalanya. Dan Dia pasti memberi yang terbaik untuk kita. Percayalah… yakinkanlah…

Sudah pernah kuceritakan kalau aku akan FIGHT untuk PKM tahun ini. Punya niat untuk nge-gol-in lagi proposal yang kemarin, atau maju dengan judul yang baru itu.

Waktu terus mengalir. Bahan-bahan tentang penelitian memang sudah lama terkumpul sebagian. Tapi tak sempat jua mengolahnya. Rencananya mah di sela-sela liburan semester kemarin itu, tapi… yah… mau dibilang apa, kegiatan2 organisasi dll ’kan tak seharusnya dijadikan alasan. Karena mengungkap alasan berarti menunjukkan kelemahan kita. Itu kata sahabatku.

Jadi tak ada alasan. Ini cuma soal kesempatan dan kemauan. Ya, kesempatan dan kemauan. Dua nikmat yang luar biasa. Subhanallah. Beruntunglah orang-orang yang memilikinya.

Akhirnya, dalam hari-hari menuju deadline dikumpulkannnya proposal PKM, dan dengan pertimbangan ini itu, kuputuskan untuk tidak ikut. Keputusan yang membuat beberapa orang mungkin kecewa padaku. Buat Esti, maafin mbak ya dek. Mbak yakin kamu bisa sukses! Good luck buat “lavendernya”!!

Esti, seorang adik yang harusnya kubimbing untuk belajar bersama di kelompok PKM LSiS. Orangnya bersemangat, pekerja keras dan luar biasa bertanggung jawab. Sayangnya, ia bertemu denganku yang penuh dengan keterbatasan, dengan aku yang waktu itu sok sibuk banget!! Astagfirullah… mudah2an Allah mengampuni kelalaianku untuk amanah ini.

Beberapa ide penelitian memang pernah kusampaikan kepadanya. Tapi tetap saja! Ide is ide. Kalo enggak dibahas, enggak dikerjakan, tetep aja NOTHING!! Tapi alhamdulillah, walau demikian, insyaAllah Esti tetap ikut PKM tahun ini dengan membawa bekal dari bu dosen kimia fisik yang baik hati. Bu Ani. Makasih banyak ya Bu.. :)

Kembali pada cerita di awal cerita. Aku ini sedang menanti seorang kenalan dari TPHP UGM.

Allah itu maha bijaksana. Aku memang kenyataannya memiliki kemungkinan yang sangat kecil untuk mengolah sendiri bahan-bahan dan ide yang rada angel itu(nafas kepesimisankah?!huff…). Tapi Allah selalu menolong dengan pertolongan yang tak terduga. Dalam seminggu ini sudah ada empat tawaran ikut PKM. Aku tinggal ikut saja. Proposal sudah ada. Paling ntar aku yang jadi tukang edit sebelum proposalnya dikumpul Sabtu ini. Trus tinggal action di lapangan kalo proposalnya keterima.

Nah, kenalan dari TPHP itu salah satu kandidat yang(maunya)aku terima tawarannya. Rencananya siang ini mau ketemuan, tapi tadi sms nya baru masuk ke SEA. Ternyata gak jadi ketemuan. Dia gak bisa. Bisanya besok. yah, gapapa. Berarti penyampaian permohonan maafku tidak bisa secara langsung, harus lewat sms, bahwa dengan berbagai pertimbangan yang ada,(Risma itu sudah seperti tukang timbang ya!! Menimbang2 terus kerjanya:) ), aku gak bisa ikut membantu dan bekerjasama dalam penelitian mereka itu.(Buat mereka, maapin ya… insyaAllah Risma carikan penggantinya dari anak kimia 06 juga. Ganbatte! Good luck!! Semoga Allah memberi kemudahan…aamiin…)

Ummhhhhhhh………… enak gak enak juga, tiba2 nampang nama atas ide dan kerja orang lain. Emang sie pastinya nanti ikut berkontribusi. Tapi kan……. ya sudahlah…. aku cuma akan mengucapkan Alhamdulillah….. segala puji bagi Allah… syukuri apa yang ada. Rezeki gak boleh ditolak ’kan?! 

Dan semoga bisa intropeksi diri buat kedepannya Bahwa tangan diatas lebih baik dari tangan di bawah… mencoba memberi bukan menerima… Mencoba jadi pelopor bukan pengekor. InsyaAllah. Mudahkan ya Rabb…

“…Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan…”(Q.S Al-Fathihah:5)

wallahua’lam bishshowab…

Oleh: sangprofesor | September 13, 2008

Surat terbuka untukmu….

Surat Terbuka: Sepotong Cinta Untukmu Mahasiswa Baru

 

Dalam sebuah sajaknya, penyair Mohammad Iqbal mengisahkan bahwa ia pergi ke tepi pantai dan bertanya kepada ombak, “apa yang telah menimpamu sehingga kau sangat resah. Didadamu terdapat mutiara terpendam. Tapi ceritakan, apakah kau punya mutiara cinta yang telah membuatku resah?”

 

 

Assalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh…

 

Semoga keselamatan, rahmat dan barokah dari Allah selalu dilimpahkan kepadamu wahai pemuda terpilih.

 

Tahukah kawan, kami selalu berharap-cemas tahun demi tahun. Seperti apakah nantinya wajah-wajah baru pengisi kawah candaradimuka universitas ini. Angkatan demi angkatan, selalu sesak dada kami, resah ibarat petak-petak sawah yang sepenuh doa kami berharap agar Allah memberikan hujan barang beberapa tetes kepada tanah tempat menumbuhkan padi. Sungguh, kami tidak rela bila tanah universitas ini akan kering dari hamba Allah, abdullah, yang diberikan oleh Sang Pemberi Hidayah. Kami sangat menginginkan agar selalu ada pemuda-pemudi yang hatinya penuh cinta kepada-Nya..

 

Ah, tapi kami selalu bersyukur, selalu saja ada orang-orang baik yang melalui jalan ini. kami yakin bahwa putra-putri Indonesia ini selalu mendambakan kasih sayang dari Tuhannya. Seperti kami juga yakin bahwa pemuda-pemudi tanah air ini merindukan sepenuhnya nikmat beriman dan beribadah sang penggenggam jiwa. Seperti yakinnya kami bahwa Allah akan memberikan rizki kepada setiap makhlukNya. Ibarat burung yang berangkat pagi dalam keadaan kosong perutnya, hingga petang hari tercukupi kebutuhannya.

 

Saudaraku, brother, sister, akhi, ukhti tahukah engkau bahwa kami sangat mencintaimu? Benar, kami mencintaimu. Tidakkah engkau mendengar sabda nabi kita tercinta, ”Tidak sempurna iman seseorang sebelum ia mencintai orang lain seperti ia mencintai dirinya sendiri.” Bagaimana kami tak mencintaimu, jika rasulullah sang tauladan saja selalu memikirkanmu, ”ummati…ummati…” rintih beliau.

 

Sepenuh cinta kami bukan hanya untuk memenuhi kewajiban dari selembar surat keputusan. Walau terkadang cinta memang perlu memaksakan, agar engkau tahu sebesar apa makna dibalik cinta itu.

 

Tapi saudaraku…rekamlah ini dalam fikiranmu, hatimu, nuranimu; bahwa kami ingin agar engkau menjadi kekasih Allah. Kita bisa menjadi ilmuwan, profesor, guru, dokter, perawat, politikus, ulama, presiden, entrepreneur, pengawas perkebunan, petani, programmer, teknisi, arsitek,  penerjemah, diplomat,… tapi saudaraku…, rekamlah ini dalam fikiranmu, hatimu, nuranimu; bahwa kami juga ingin agar engkau menjadi kekasih Allah. Kita bisa tinggal di Jawa, Sumatra, Kalimatan, Sulawesi, Papua, New york, Mesir, Tokyo, antartika,… tapi saudaraku…, rekamlah ini dalam fikiranmu, hatimu, nuranimu; bahwa dimanapun engkau menetap, kami ingin agar engkau menjadi kekasih Allah.

Cinta memang memerlukan pengorbanan, kami sadari itu. Kami tak mengharap imbalan, apalagi hanya pujian. Niscaya akan ada banyak rintangan di jalan, bercampur riuh rendah suara sumbang meremehkan, atau bahkan olok-olok. Walau begitu, yakinlah bahwa kami akan menempuh jalan penuh onak duri itu untuk menemui dan menyampaikannya kepadamu. Cinta ya yang dititipkan Allah kepada seluruh makhluknya.

 

Pun jika engkau menolak cinta kami wahai saudaraku, tak pernah kami kecewa. Kami akan selalu mencintaimu, secara diam ataupun terang-terangan. Karena kami yakin, bahwa hidayah Allah akan ditebarkan kepada orang-orang terpilih, tak memandang dari latar belakang, asal, ataupun kelas sosial…

 

Wahai saudaraku, betapa kami ingin memanjatkan doa dalam sujud-sujud kami, ”ya Allah, sesungguhnya Engkau maha mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan cinta hanya kepada-Mu, bertemu untuk taat kepada-Mu, bersatu dalam rangka menyeru di jalan-Mu, dan berjanji setia untuk membela syari’atmu, maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah, abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah dan penuhilah dengan cahaya-Mu yang tak pernah redup, lapangkanlah dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada-Mu, hidupkanlah dengan ma’rifat-Mu, dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu.”

 

Wahai saudaraku yang sedang membaca surat ini, terimalah sepotong cinta dari kami, pemandu AAI*. Salam untukmu, mahasiswa baru.

  

Sumber: Buletin inspiratif FORSALAMM UGM, ditulis oleh Hanief Cahya Utama-ketua PKP Asistensi Agama Islam(AAI) UGM- dengan sedikit perubahan.

 

*pemandu AAI; orang yang memandu suatu kelompok kepemanduan AAI

 

 

***

 

Sejujurnya, aku menangis saat membacanya. Entah rasa haru, entah rasa yang tak tahu harus aku sebut apa… Yang jelas, untuk kakak-kakakku, senior-senior  yang telah mengorbankan  jiwa raganya untuk menyampaikan risalah ini kepada kami, generasi penerusnya….., terimakasih, terimakasih untuk sepotong cinta….jazaakumullah khoiron katsir ya ikhwah fillah….

 

Seperti saat aku membacanya, seperti itu pula aku menangis untuk sekedar menuliskannya kembali disini. Untuk adik-adikku….,’ sepenuh cinta kami bukan hanya untuk memenuhi kewajiban dari selembar surat keputusan. Walau terkadang cinta memang perlu memaksakan, agar engkau tahu sebesar apa makna dibalik cinta itu’…  Dek, ini sepotong cinta dari kami…

 

Dan  sesungguhnya, cinta ini tak hanya untuk mahasiswa baru, namun untuk siapapun! Tak hanya di  kampus, di universitas, di perusahaan ternama ,di rumah sakit, di jalan raya, di  pelosok desa,di sudut kota, dimanapun engkau berada, di universitas sesungguhnya, universitas kehidupan…., jika aku bisa, maka akan kusampaikan kepadamu. Bahwa inilah cinta dari kami….untukmu…., saudaraku…

 

Oleh: sangprofesor | September 5, 2008

Dalam sujudku…

 

 

Bismillahirrohmanirrohim…

 

Dalam sujudku,

 

Terimakasih ya Rabb….

 

Untuk kasih sayang-Mu;

 

Untuk nikmat iman, nikmat islam;

 

Untuk nikmat telah disampaikannya hamba di bulan-Mu yang istimewa ini;

 

Untuk telah Kau anugerahi mereka kepadaku di jalan yang mendaki dan sukar ini;

 

Untuk persahabatan, persaudaraan, keluarga;

 

Untuk segala-galanya yang tak kan sanggup kutulis, tak kan sanggup kuhitung jumlahnya…

 

Dan kepada mereka,

 

Untuk pengertian, kesetiaan, pengorbanan….

 

Untuk kobaran semangat;

 

Untuk senyuman-senyuman keimanan;

 

Untuk kasih sayang;

 

Untuk cinta…

 

Sampaikan salamku, ya Rabb…

 

 

Dalam sujudku,

 

Ya Allah…., jadikan hati ini berhimpun dalam kecintaan kepada-Mu selalu….

 

Izinkan hamba berbuat yang terbaik yang hamba bisa untuk mereka

 

….. Izinkan hamba memohon dengan sangat… yaa Rabbana…..

 

”….Agar akhirnya kami bisa menghadap wajah-Mu dengan wajah lega …..”

 

 

 

-Ramadhan 1429 H-

 

 

 

 

Oleh: sangprofesor | Agustus 27, 2008

Rindu Ramadhan…

RINDU RAMADHAN

RINDU RAMADHAN

Oleh: sangprofesor | Agustus 12, 2008

memo from us

 

….karena bagi kami…dakwah adalah nafas kehidupan…tarbiyah adalah sendi perjuangan…anti kedzaliman adalah naluri orang-orang yang berakal…terbentuknya aliansi kebenaran, adalah syarat kemenangan…

 

La tahzan wa la takhaf….innallahama’ana….

 

Teruskan perjuangan saudaraku…!!!!!

 

 

-memo from us-

Oleh: sangprofesor | Juli 25, 2008

It’s complicated!

Cara berpikir, pola pikir, sudut pandang, cara pandang, persepsi, praduga, su’udzon, husnudzon, dan segala itu, apa-apa yang menempel pada mereka-juga aku tentu saja-, manusia:  It’s complicated!

 

Kini, aku memperoleh satu hikmah lagi. Satu hikmah karena dulu tidak jadi memburu jurusan psikologi. Karena kalo itu terjadi, mungkin sepanjang kuliah aku akan sering bersenandung: “it’s complicated! it’s complicated…..” :)

 

Fiuh….sederhana itu indah, kawan. And i fell, i think, i want to back to my “simple” soul…. Ngomong apa lagi ini??

 

Marilah kita tinggalkan “it’s complicated” yang satu itu, sekarang kita beralih pada “it’s complicated” yang lain. Keajaiban penciptaan manusia.

 

Sahabatku, mari kita lihat tubuh kita sendiri, semisal darah kita. Darah sebagai pengatur suhu tubuh manusia.

Selain racun, sel darah merah, vitamin dan zat-zat yang lain, darah juga membawa panas, suatu hasil sampingan dari pembentukan energi di dalam sel. Menyebarkan dan menyeimbangkan panas tubuh sesuai dengan suhu lingkungan sekitar sangatlah penting. Seandainya tidak terdapat sistem pemerataan panas dalam tubuh kita, maka tangan kita akan menjadi terlalu panas sedangkan bagian tubuh lainnya akan tetap dingin ketika otot-otot lengan sedang bekerja, yang akan sangat merusak metabolisme tubuh. Inilah mengapa panas diedarkan secara merata ke seluruh tubuh, yang hanya dilakukan oleh sistem peredaran darah saja. Untuk menurunkan panas tubuh yang diedarkan ke seluruh badan, sistem pengeluaran keringat dijalankan. Selain itu, pembuluh darah melebar di bawah kulit, yang memungkinkan kelebihan panas yang ada dalam darah dialirkan ke udara luar. Itulah sebabnya ketika kita berlari atau melakukan kegiatan lain yang menguras tenaga, wajah kita menjadi merah. Peredaran darah bertanggung jawab dalam menjaga panas tubuh maupun mendinginkannya. Pada suhu lebih dingin, pembuluh darah di bawah kulit kita menyusut, sehingga berperan mengurangi jumlah darah yang beredar di bagian tubuh tertentu tempat panas paling mudah terlepas, sehingga mempertahankan tingkat pendinginan tubuh pada titik terkecil. Memucatnya wajah seseorang tatkala dingin merupakan tindakan pengamanan oleh tubuh secara otomatis.

Segala hal yang terjadi dalam darah benar-benar rumit dan saling berkaitan. Segala hal telah diciptakan dengan sempurna hingga perincian terkecil. Bahkan, terdapat keseimbangan yang luar biasa mengagumkan dalam aliran darah sehingga adanya gangguan terkecil pun dapat menimbulkan masalah kesehatan yang sangat serius.

Nah, lihatlah! Semua itu sangat rumit. Lalu pertanyaannya, siapa yang menciptakan semua itu? Siapa juga yang menciptakan semesta raya ini? Jawabannya adalah Allah.

”Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” (Q.S. Thaha: 98. )

Dan sebenarnya, bila kita melihat keajaiban penciptaan tubuh kita, dan melihat kemanapun, bila kita mau berpikir, kita akan temukan Dia. Allah….

 

Wallahua’lam bishshowab….

 

Referensi: www.harunyahya.com

Oleh: sangprofesor | Juli 25, 2008

bb di fs

Lumayan lama aku tidak mengutak-atik friendsterku(fs), padahal fs adalah salah satu sarana yang terbilang efektif dan efisien untuk menyampaikan info-info yang baik dan bermanfaat. Sarana dakwah. Sarana menjalin silaturrohim. Sudah tahu begitu, tapi tak sekuat tenaga menyempatkan diri ini, memanfaatkan fs… Astaghfirullah…

 

Tempo hari ngecheck fs. Banyak friend request, pesan2 di inbox, beberapa comments, bulletin boards(bb) pun menyeruak. Yang menarik dan yang aku baca satu-satu adalah bulletin boards. Seorang sohib terlihat sering posting, dan isinya…, hmm…, biar aku kasih beberapa contoh postingan beliau,

 

Posting satu

Judul: hehe

Isi: hehe

 

Posting dua

Jusul:wakakaka

Isi: wakakaka

 

Aku hanya menampilkan dua contoh, sebenarnya fakta di lapangan menyebutkan postingan semacam itu ada dalam jumlah yang cukup banyak. Dan karenanya, aku pun mengernyitkan kening sebentar lalu tersenyum. Senyum karena telah mendapatkan sesuatu, banyak hal dink! Alhamdulillah. Darinya aku belajar, dan memperoleh hikmah-hikmah.

 

Untuk sohibku, sohib jenius yang mengajakku berpikir, membuatku berdzikir, afwan katsir jika ada kata2 yang kurang berkenan di hatimu, aku gak ada niat ngegosipin kamu-semoga Allah menjauhkan diriku dari ghibah-, dan semoga orang lain bisa ikut merasakan betapa bermanfaat dan berharganya postingan-postinganmu itu bagiku, terimakasih ya. Tapi sepertinya kau harus kusapa. Ya. Aku akan menyapamu lewat fs. InsyaAllah.

Oleh: sangprofesor | Juli 25, 2008

Btw bas wey

Btw bas wey, kemarin ngobrolin tentang hati dengan seorang sahabat. Obrolan yang menarik. Dari obrolan itu kami sepakat bahwa kita memang harus hati-hati bawa hati. Ya, begitu saja kesepakatannya. Dan kami berdoa, ”ya Allah, tolong jaga hati ini selalu…”

 

Btw bas wey, sekarang i just want to talk about…, back to basic. Innamaal a’maalu binniyyaat. Kembali pada niat dalam hati. Syarat diterima amalan ada dua dink. Niat yang benar dan caranya juga benar. Dan aku berdoa, “ya Allah tolong jaga niat dan amalanku agar senantiasa lurus di jalan-Mu…”

 

Btw bas wey, sekian dulu ya. Maaf kalo gak jelas banget, semoga nanti bisa saya perjelas, Aamiin.

Oleh: sangprofesor | Juli 25, 2008

Hikmah

Kehadiran bapak wakil dekan(wadek). Kelancaran rapat pleno kemarin. Semua itu mengingatkanku pada nasehat seorang sahabat, katanya,

 

”Dek, beneran mau diospek atau mengospek? Kita itu tidak selamanya hijau dan membara lho dek. Ada baiknya kita dengarkan juga kata-kata mereka, para orang tua…”

 

Ya. Memang begitu. Sepakat. Amat sangat sepakat.

 

Pada awalnya, kawan, kita memang seperti “dihambat” untuk menjalalankan konsep dan skenario kita, “mencari pahlawan Impian” di negeri Impian mipa,  namun nyatanya sekarang kita bisa lihat hikmahnya dalam rapat pleno kemarin kan? Karena jika kemarin beliau tidak hadir di tengah-tengah pleno, kekacauan dan perpecahan itu niscaya ada diantara kita. Bersyukur pada Allah. Jazaakumullah khoir buat pak wadek. Dan semua pasti ada hikmahnya…

« Newer Posts - Tulisan Sebelumnya »

Kategori