Oleh: sangprofesor | April 13, 2007

agar hidup makin hidup…

hmm…

kehidupan alam semesta ini tediri dari 3(tiga) unsur…

1. Tanah

2. Air

3. Udara dan sinar matahari

sinkronisasi ketiganya adalah cerminan kehidupan alam semesta tempat tinggal manusia…

tanah…tempat kita berpijak,beraktivitas…melakukan segala hal…tapi tanah tanpa air…adalah kegersangan…

tanah yang telah memiliki kandungan air tetap tidak dapat menumbuhkan sebuah tanaman jika tiada udara dan matahari…

seperti di kutub…ada tanah…ada air…tapi gak ada sinar matahari, yang ada adalah kebekuan…

begitulah komponen kehidupan.

jika kita analogikan maka…

>>>tanah adalah hati kita.

>>>air adalah hidayah Allah

>>>udara dan sinar matahari adalah lingkungan

tanpa lingkungan yang baik maka walau unsur yang lain telah ada, belum bisa dibilang ada kehidupan disana.

((1)) Tanah yang baik adalah tanah yang bisa menyerap unsur hara.

begitupun hati…hati yang baik adalah hati yang bisa menyerap percikan hidayah…

percikan hidayah?ah masa?ah iya kalee…

bahkan kalo dibilang setiap detiknya kita itu dihujani oleh hidayah…dihujani fren…dihujani…

melihat kebesaran-Nya dari berbagai hal yang kita lihat…kita sedang dihujani fren tapi terkadang kita terlalu sombong dan dipenuhi nafsu kebencian sehingga hidayah itu tak menyerap ke hati…inilah dua faktor jahat yang menghalangi meresapnya hidayah…

sombong…dan…nafsu kebencian…

kesombongan dan nafsu kebencian….yah…itulah…

karenanya hati yang baik,yang mudah menyerap hidayah adalah…hati yang lembut.

ada banyak faktor pengeras hati yang menyebabkan kesombongan…salah satunya adalah…terlalu banyak tertawa…karenanya terkadang aku khawatir akan teman2 yang terlalu suka ama acara2 lawakan…bolehlah sesekali untuk mengusir kepenatan…tapi…jangan berlebihan ya fren…

((2)) Tanah yang baik tidak hanya bia menyerap, tapi juga menyimpan apa yang diserapnya.

supaya tanah bisa ditumbuhi tanaman maka agar subur maka ia perlu kemampuan untuk menyimpan unsur hara yang telah diserapnya.

begitupun hati…

hati yang baik tidak hanya sekedar menyerap hidayah,tetapi juga menyimpan hidayah itu agar dapat ditumbuhi oleh ilmu pengetahuan yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah SubhanahuWata’ala…

((3)) tanah yang baik selain bisa kedua faktor diatas(menyerap dan menyimpan) juga harus bisa mengeluarkan apa yang telah disimpannya.

tanah mengeluarkannya untuk kebaikan kehidupan tanaman atau yang lainnya…

yupzz…begitupun hati manusia yang telah menyerap hidayah dan menyimpannya maka…ia pun harus mengeluarkan apa yang ia miliki dengan amalan-amalan kehidupan…

***saudaraku…bagaimana dengan hati kita???sudahkah baik???

ya…semoga hati ini termasuklah pada hati yang lembut.hmm…jadi ingat umar in khathtab….sosok yang keras tapi lembut hatinya…sehingga…ia sering pingsan berkali2 saat mendengar bacaan Al-qur’an.karena orang akan bisa meyerap atau memahami al-qur’an jika hatinya bersih dan lembut.Umar…aku ingin bertemu juga denganmu…ya sahabat  Rasul…ya Rasulullah….aku rindu…ingin berjumpa denganmu…ya Allah jadikan aku tetangga Rasulullah di kampung akhirat nanti…aamiin…

huh…semoga dengan memahami hati…dan menjadikannya lebih baik…akan membuat..hidup kita makin hidup…SEMANGAT!!!!ALLAHUAKBAR!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: