Oleh: sangprofesor | April 13, 2007

dari dudung dot net

Artikel Islami

dari dududng.net

Fenomena Friendster.Com & Testimonials

?Kamu ikut Friendster?? atau ?Kirim aku testimonial donk.? Seperti itulah kira-kira pertanyaan dan permintaan yang sering dilontarkan. Percaya atau tidak, karena sangat ngetrendnya Friendster hingga yang biasanya jarang menggunakan internet, bisa menjadi berinternet ria. Atau yang semula gaptek internet menjadi ingin belajar internet karena sangat ingin bergabung dengan situs ini, bahkan orang-orang yang belum ikut Friendster bisa dicap ?tidak gaul’

Friendster bisa digunakan untuk memperluas jaringan dengan manusia di seluruh dunia dan menjalin hubungan yang hampir memudar dengan teman-teman kita. Sampai-sampai kita bisa bertemu kembali dengan teman-teman semasa di SD, SMP, SMU, dan seterusnya. Friendster tidak hanya digunakan oleh individu, tetapi bisa juga oleh lembaga.

Friendster.com tentu bukan situs haram karena substansinya ia hanyalah fasilitas, dan halal haram sangat tergantung bagaimana kita menggunakannya. Bila kita bergabung karena ingin menjalin silaturahim dengan teman-teman, tentu tidak masalah, justru berpahala. Namun bisa menjadi masalah bila ternyata digunakan untuk mencari cewek/cowok ganteng, bertemu kecengan semasa SMU, menonjolkan kelebihan identitas diri, pamer ketampanan/kecantikan di picture, dan lain-lain, nah ini nih yang harus diluruskan; niat dan caranya.

Banyak kalangan telah masuk ke situs ini, termasuk kalangan aktivis da’wah yang tak mau ketinggalan untuk memanfaatkannya sebagai ajang silaturahim dengan sesama aktivis maupun teman-teman da’wah fardiyah agar kian erat di dunia maya dan di dunia nyata. Perkembangan teknologi memang sudah seharusnya digunakan untuk memperluas basis da’wah.

Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan ketika bergabung dengan Friendster.com, yaitu pada testimonial atau kesaksian. Di sini biasanya seseorang memberi kesaksian tentang temannya. Dan berdasarkan pengamatan penulis, jarang sekali didapati isi testimonial itu berupa hal-hal yang buruk, umumnya adalah pujian-pujian yang bisa melenakan si penerima. Terlepas pujian itu jujur atau bohong, yang jelas PUJIAN sudah dilontarkan dan si penerima meng-approvenya.

Ketika seseorang menerima testimonial, tentu sebelumnya ia sudah mengetahui isinya. Lantas, layakkah pujian itu ditampilkan di depan khalayak? Apatah lagi bila sampai mengoleksinya! Mengoleksi pujian? Astaghfirullah, ya Rabbi?, sungguh bisa membuat hati kotor. Rasulullah saw bersabda, ?Taburkanlah pasir ke wajah orang yang suka memuji-muji.? Mintalah fatwa pada hatimu, tentu engkau rasakan kegelisahan karena mengoleksi pujian. Cukuplah amal-amal itu tersiar di kalangan penduduk langit saja.

Itulah yang harus dilakukan dari sisi si penerima pujian. Sedangkan dari sisi si pemberi pujian, ?Seorang memuji-muji kawannya di hadapan Rasulullah saw, lalu beliau berkata kepadanya, ?Waspadalah kamu, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya, sesungguhnya kamu telah memenggal lehernya (diucapkan berulang-ulang).? (HR.Ahmad)

Mengapa dikatakan ?memenggal leher’? Karena hakekatnya, pujian itu bisa melenakan si penerima. Bila tak kuat iman, pujian bisa membuatnya ujub (bangga diri), riya (ingin dipuji), sum’ah (ingin kebaikannya tersiar), sehingga hapuslah pahala-pahalanya dan membuatnya masuk neraka. Bayangkan, saudara kita yang semula telah sejengkal lagi memasuki surga menjadi terhempas ke neraka akibat ujub, riya, dan sum’ahnya muncul ke permukaan. Dan itu disebabkan pujian kita. Karena itu kasihanilah saudaramu, alangkah baiknya bila kita mengisi testimonial itu dengan tausiah (nasehat) kepadanya. Ini akan lebih menjaga saudara kita. Cukuplah pujian dan wujud kekaguman itu disimpan dalam hati kita masing-masing hingga akhir perjumpaan kita dengan-Nya, hingga kemenangan hakiki menuju surga tercapai.

Akhirnya, fenomena Friendster harus disikapi secara bijaksana dan diarahkan untuk mempererat silaturahim dengan saudara-saudara kita di seluruh penjuru dunia. Testimonials adalah bagian dari Friendster, namun bila ternyata testimonial dapat menjerumuskan saudara kita, adalah lebih baik dihindari. Jika engkau mencintai saudaramu-saudaramu karena Allah dan inginkan keselamatan akhirat mereka, please forward this article to them. Jazakumullah.

nb : afwan bagi sohib2 yang risma kirimin testimonial.sungguh, tak terpikir jika lontaran kata2 atw sejenis penilaian tehadap sikap teman kita itu menjadikan ia ujub.ffuih…ana sendiri memandang testimonial sebagai ladang muhasabah alias untuk intropeksi diri dan mengetahui sejauh mana ia mengenal qt atw seberapa paham ia tehadap diri kita. yupzz back to basic lah..kembali ke niat dan kembali kepada sikap kita. jangan sampai penilaian mereka terhadap sikap kita yang misal baik2 semua jangan sampai membuat qt riya’, ujub,pamer,na’udzubillah… bahkan harusnya qt menilai pujian itu sbg ujian/cobaan yang patut diwaspadai sebagaimana apa yang dikatakan kekasih kita.Rasulullah…wallahualambishowab…. makanya….WASPADALAH….WASPADALAH….YUPZ…WASPADA……

Iklan

Responses

  1. …semua jangan sampai membuat qt riya’, ujub,pamer,na’udzubillah… bahkan harusnya qt menilai pujian itu sbg ujian/cobaan yang patut diwaspadai sebagaimana apa yang dikatakan kekasih kita.Rasulullah…wallahualambishowab…. makanya….WASPADALAH….WASPADALAH….YUPZ…WASPADA……

  2. assala mualaikum ww,salamkenal semua.aq baru pertama kali masuk kesini di sebapkan ada teman yang merekomedasikan….trus aq coba,apa kelebihab dari situs ini aq mau mengetaui nya semoga aq mendapat kan hasal yang memuaskan..

  3. sebetul nya fenomena dari fs dan ts sepertinya ngak usah terlalu di ribut kan deh.itu sebenarnya tergantung dari nawaitu kita masing2 dan bagai mana kita melaksanakan nawaitu kita tersebut…semuanya bisa di jadikan negatif,namun bisa juga di ambil fositif nya cuman! negatif dan positif tersebut terpulang juga terhadap diri masing2.klo emang nya dianya orang ngak benar ya bisa ngak benar.orang nya benar bisa juga ngak benar klo dia ngak sanggup ngadapi setan dalam dirinya …….orang baik berpikir positif namun takpernah lupa dari kenegatifan…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: