Oleh: sangprofesor | April 13, 2007

di bawah langit Februari…

Hands, Photo, Photos, Photographs

Langit awal Februari begitu menggugah rasa. Allah memunculkan warna kesukaanku. Biru, putih, abu-abu. perpaduan yang indah ketika hujan jatuh ke bumi…

hujan mengguyur bumi yang resah…lalu aku berdoa.Ya Rabb, lebatkanlah hujan ini, dan beri manfaat bagi bumi…

saat itu aku juga ingat sosoknya. Sosok wanita tak tertandingi di muka bumi bagiku. Mama. juga sosoknya yang tak pernah lelah ingatkanku agar selalu hanya meminta kepada-Mu. Papa.

Ya Rabb, aku kembali mengirim sepucuk surat pada-Mu. dengan tinta air mata, berkertaskan pipi ini, dengan kurir ketaatanku, beralamatkan arsy-Mu. jadikan aku anak sholehah. yang bermanfaat bagi mereka. sayangi keduanya ya Rabb, seperti keduanya menyayangiku sewaktu kecil…sampai sekarangpun kasih sayang itu tak berkurang. jadikan keduanya ahli surga-Mu di akhirat kelak. kumpulkan kami di Jannah-Mu…aamiin..ya Robbal’alamin…

sebuah senandung tentang rasa ini…

Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu… Oh ibu…

Alloh izinkanlah aku
Bahagiakan dia
Meski dia telah jauh
Biarkanlah aku
Berarti untuk dirinya
oh ibu… oh ibu… kau ibu…

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu…

Terbayang satu wajah
Penuh cinta penuh kasih
Terbayang satu wajah
Penuh dengan kehangatan
Kau ibu oh ibu kau ibu
oh ibu… oh ibu…

Hujan teringatkan aku
Tentang satu rindu
Dimasa yang lalu
Saat mimpi masih indah bersamamu
Kau ibu… kau ibu… kau ibu

satu lagi untuk papa…

Teringat masa kecilku kau peluk dan kau manja
Indahnya saat itu buatku melambung
Disisimu terngiang hangat napas segar harum tubuhmu
Kau tuturkan segala mimpi-mimpi serta harapanmu

Kau inginku menjadi yang terbaik bagimu
Patuhi perintahmu jauhkan godaan
Yang mungkin ku lakukan dalam waktu ku beranjak dewasa
Jangan sampai membuatku terbelenggu jatuh dan terinjak

Tuhan tolonglah sampaikan sejuta sayangku untuknya
Ku terus berjanji tak kan khianati pintanya
Ayah dengarlah betapa sesungguhnya ku mencintaimu
Kan ku buktikan ku mampu penuh maumu

Andaikan detik itu kan bergulir kembali
Ku rindukan suasana basuh jiwaku
Membahagiakan aku yang haus akan kasih dan sayangmu
Tuk wujudkan segala sesuatu yang pernah terlewati

berbagi sebuah cerita tentang…al auladun abrar, yaitu anak yang soleh.

Saat Rasulullah SAW lagi thawaf. Rasulullah SAW bertemu dengan seorang anak muda yang pundaknya lecet-lecet. Setelah selesai thawaf Rasulullah SAW bertanya kepada anak muda itu : “Kenapa pundakmu itu ?” Jawab anak muda itu : “Ya Rasulullah, saya dari Yaman, saya mempunyai seorang ibu yang sudah udzur. Saya sangat mencintai dia dan saya tidak pernah melepaskan dia. Saya melepaskan ibu saya hanya ketika buang hajat, ketika sholat, atau ketika istirahat, selain itu sisanya saya selalu menggendongnya”. Lalu anak muda itu bertanya: ” Ya Rasulullah, apakah aku sudah termasuk kedalam orang yang sudah berbakti kepada orang tua ?”
Nabi SAW sambil memeluk anak muda itu dan mengatakan: “Sungguh Allah ridho kepadamu, kamu anak yang soleh, anak yang berbakti, tapi anakku ketahuilah, cinta orangtuamu tidak akan terbalaskan olehmu”.

Dari hadist tersebut kita mendapat gambaran bahwa amal ibadah kita ternyata tidak cukup untuk membalas cinta dan kebaikan orang tua kita, namun minimal kita bisa memulainya dengan menjadi anak yang sholeh, dimana doa anak yang sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah. Berbahagialah orang tua yang memiliki anak yang sholeh…semoga termasuklah kedua orang tua kita…aamiin..aamiin ya Robbal ‘alamin…

saudaraku…mari berusaha menjadi anak yang sholeh/sholehah…karena takkan mampu kita membalas jasa keduanya…takkan mampu…

-siang yang dingin digedung sic fmipa ugm…saat hujan turun dengan deras…(sepertinya hujan kali ini akan sampai malam hari)-

Iklan

Responses

  1. Great!!

  2. Robbighfir lii wa li waalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo

    “Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku dan kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.”

    • amin ya rabbal’alamin… :’)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: