Oleh: sangprofesor | Agustus 19, 2007

di sebuah tempat cukur…

pagi itu temanku bercerita. sebuah cerita yang sebenarnya sudah pernah kubaca sebelumnya. tentang tukang cukur dan konsumennya. tapi terimakasih teman, karena tlah ingtkanku tentang cerita in, dan gerakkan jemariku untuk menulis disini, eh enggak dink, cuma copy paste file yang udah ada doank kok! okelah, begini ceritanya…

***

Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya.

Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat. Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Tuhan.

Si tukang cukur bilang,” Saya tidak percaya Tuhan itu ada”. “Kenapa kamu berkata begitu ???” timpal si konsumen. “Begini, coba Anda perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa Tuhan itu tidak ada. Katakan kepadaku, jika Tuhan itu ada, Adakah yang sakit??, Adakah anak terlantar?? Jika Tuhan ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan. Saya tidak dapat membayangkan Tuhan Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi.”

Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon karena dia tidak ingin memulai adu pendapat.

Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur. Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, kotor dan brewok yang tidak dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat. pokoke acak2an lah..

Si konsumen balik ke tempat tukang cukur dan berkata,” Kamu tahu, sebenarnya TIDAK ADA TUKANG CUKUR.” Si tukang cukur tidak terima,” Kamu kok bisa bilang begitu ??”.”Saya disini dan saya tukang cukur. Dan barusan saya mencukurmu!”

“Tidak!” elak si konsumen. “Tukang cukur itu tidak ada, sebab jika ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.

“Ah tidak, tapi tukang cukur tetap ada!”, sanggah si tukang cukur. ” Apa yang kamu lihat itu adalah salah mereka sendiri, kenapa mereka tidak datang ke saya”, jawab si tukang cukur membela diri.

Cocok!”-kata si konsumen menyetujui. “Itulah point utama-nya!. Sama dengan Tuhan, TUHAN ITU JUGA ADA !, Tapi apa yang terjadi… orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU MENCARI-NYA. Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”

Si tukang cukur terbengong!!!

Iklan

Responses

  1. ugh…kok tulisan yg ini gak bisa rapi2 sie…wordpress error nie…sabar ah…^_^ laen kali dibenerin deh…

  2. terlalu banyak nulis itu bagus.bagus sekali. tapi kalo keseringan diapdet jadi jarang mbaca yang dulu-dulu. yang rada jarang aje. ato mau nerbitin buku online ajah?

  3. Assalamu’alaikum Risma….

    SMangat!!!!

  4. Ehm Tukang cukur, jangan bilang maw jadi tukang cukur ya :D?

  5. Produktif nulis ya, gimana kalo masuk mii ? … he … promosi …. ikutan baca2 ya ..

  6. wee…seminggu kutinggal ngospek, ternyata ada comments-nya ya.
    to p move-t: hehe, seminggu kira2 bisa dibilang jarang gak ya?buku online?kayaknya keren juga.doakan saja…
    to atik:wa’alaikumussalam ukh…yupzz…hamasah euy…
    to mbak imel: enggaklah mbak…cuma cerita doank…
    to Greenleaves:duh afwan…dah ada amanah di syiar je…tapi…hidup mii!!!
    ^_^

  7. tapi masak Tuhan disamain ma Tukang Cukur…

  8. haha…teman saya(yang lain) yang mendengar cerita ini juga nyeletuk kayak gitu pak…tapi…sekali lagi ini analogi…
    ambil pandangan baeknya ja


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: