Oleh: sangprofesor | Agustus 28, 2007

cahaya diatas cahaya…

“…Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS. Ar Ra’d, 13:28)

Diatas sajadah biruku sore itu…mungkin sudah satu jam, entahlah, badan ini terasa begitu berat untuk beranjak. Kutengadahkan kepalaku…mengahadapkan wajah ini keatas sana…melihat lampu penerang kamar itu, beberapa detik saja, mataku tak bisa bertahan lama, kualihkan pandangan ke plafon itu, dalam hening sore itu, aku kembali bertanya pada hati,

“hey,apakah itu sekedar plafon putih?”segera kujawab bukan!!!dia plafon putih, sebelumnya berwarna coklat muda, dia putih karena diberi cat oleh seseorang, sebelumnya dia tidak setipis itu. kau tahu, dia dulu adalah kayu, kayu itu berasal dari pohon yg besar, dan pohon yang besar itu dulu adalah pohon yg kecil.

hmm…sekali lagi aku menemukan Dia. Menemukan setelah berkali kali lalu menemukan. Dia yang berkehendak dan berkuasa menumbuhkan pohon yang kecil menjadi besar. Dia, pencipta alam semesta.Dia, Tuhanku juga Tuhanmu.Dialah Allah.

Rabb, aku kembali tersungku malu, tersedu dihadapanmu. Ampuni hamba, bimbing hati dan diri ini agar selalu terpaut pada-Mu…aku hanya ingin Engkau yang memenuhi selaksa pikir dan ruang hati ini…semoga…aamiin…

Nb : kemanapun matamu melihat, maka niscaya, akan kau temukan Dia. Jikalau engkau berpikir…wallahualam bishsowab…

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS. Al-A’raaf, 7: 205)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: