Oleh: sangprofesor | September 22, 2007

keep fight, keep smile…(2)

cemerlangnya sinar mentari di waktu dhuha, membuatku ingin bercerita tentang rasa ini, tapi sayang tak punya banyak waktu lagi,

hanya pada angin yang menyapa lembut, kutitipkan sepaket pesan, serta seulas senyum kepada siapapun yang mampu mendengar, melihat dan merasa dengan hati melalui mahakarya-Nya…

pada musim yang berganti, kulihat indikasinya berupa akumulasi awan kelabu yang mulai beranjak kesana kemari, juga pepohonan disepanjang jalan fakultas kedokteran yang selalu kulalui itu, kini mereka telah menghijau lebat, tak lagi banyak menggugurkan dedaunannya, tetap indah…tetap bisa mengingatkanku pada-Nya

dan pada rembulan di siang itu, di siang itu? Iya siang itu, kemarin aku melihatnya, apa kau tak melihatnya? si bulan sudah muncul diatas sana, siang menjelang sore sekitar pukul tiga. dia telah bertengger di atas sana, di langit biru itu. bulan yang kadang kesiangan, kadang terlalu cepat datang. namun tetap setia bercahaya pada malam. maha suci Allah…

atau pada kejora yang benderang? Sudah pasti…tentang bahasa bintang…ikhlas…

atau pada gemericik air yang kuhabiskan untuk mencuci, wudhu dll?

atau pada pesawat yang numpang lewat setiap kali waktu kultum tiba, disela sholat isya dan tarawih kami?! aku jadi memikirkan orang didalamnya, kepada para awak pesawat dan pilot yang tak sempat isya dan tarawih berjamaah diwaktu ini, seperti kami disini…tapi moga mereka bisa melakukan yang terbaik…

atau pada tawa canda adek2 kecil di ujung shof belakang dan juga didepan sana? Mereka akan semakin bijak nanti…

Banyak yang bisa kita pelajari, banyak yang bisa kita renungi, dan aku tak sempat banyak bercerita disini, atas segala pelajaran di sepertiga awal ramadhanku yang lalu, mungkin nanti, kapan? Entahlah…bila masih ada waktu…aku tak berani berjanji…

Dan bila masih ada waktu…ya Rabb…beri hamba kesempatan itu, kesempatan untuk membahagiakan keduanya…mereka yang tiada henti bersusah payah untuk anaknya ini. moga bulir air mata ini menjadi penguat asa itu…

Lihat sekitarmu sahabat…aku yakin kau dengar pesanku, kaupun akan turut tersenyum sepertiku…mengatakan pada dunia bahwa…dari segenap ufuk, kita ‘kan temukan Dia…

Cukuplah Allah bagiku, dan Dia adalah sebaik-baik pelindung

Kita tak pernah sendiri! ‘kan ada Dia.

“…Hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”

(QS. Ar Ra’d, 13:28)

Iklan

Responses

  1. benar. we are never alone. kita tak pernah sendiri, meski di bilik sunyi tanpa teman di sisi.

  2. benar! udah ada bang burhan yang duluan ngisi.. tak pernah sendiri..
    upszzz..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: