Oleh: sangprofesor | November 3, 2007

Takut dan harap dalam manhaj rabbani…

 

Adalah seseorang yang membuat seorang umar berkata,”aku tidak pernah mendahuluinya dalam mengamalkan kebajikan. Dia yanga selalu mendahuluiku.”

Seseorang yang kata rasulullah, ”jika ditimbang keimanan abu bakar dengan keimanan seluruh umat akan lebih berat keimanan abu bakar” (HR. Al baihaqi dalam asysyiib)

Salam baginya, khalifah rasulullah,rahmat dan barokah Allah menyertainya.

Dialah abu bakar radiyallahu anhu…

 

Dalam perkataan terakhirnya, beliau menjelaskan tentang manhaj rabbani kepada khalifah penggantinya. Yang jika ia ingin sukses memimpin umat, maka wajib melaksanakannya, beliau pun meringkas manhaj rabbani tsb dlm ennam sendi iman yang komprehensif.

 

Send iman pertama: Memperhatikan waktu-waktu ibadah

Sendi iman kedua : memperhatikan ibadah2 wajib

Sendi iman ketiga : tidak putus asa

Sendi iman keempat : tidak menyepelekan dosa

Sendi iman kelima : takut dan berharap

Sendi iman keenam : memikirkan timbangan akhirat

 

Baiklah, lets talk about the fift. Takut dan berharap.

 

Perjalanan hidup kita pincang jika kita tidak seimbang dalam masalah ini. Takut dan berharap. Jika seseorang takut berlebihan, ia putus asa. Jika ia berharap berlebihan, ia pasrah apa adanya. Ketidak seimbangan membawa bencana, kata beliau.

 

Salah seorang ulama berkata,”kondisi paling ideal adalah seimbang dalam berharap dan takut serta cinta secara hakiki. Cinta itu kendaraan. Berharap adalah penunjuk jalan, dan takut adalah pengemudi sedang Allah adalah tempat tujuan dengan karunua-Nya.”

 

Menurut ibnul qoyyim, keseimbangan itu seperti dua sayap burung dan burung tidak dapat terbang jika ada masalah dengan salah satu sayapnya. Dan hati dalam perjalanannya kepada Allah azza wa jalla itu seperti burung. Cinta adalah kepalanya, takut an harap adalah dua sayapnya. Jika kepala dan sayapnya sehat, burung terbang dengan maksimal. Jika kepalanya terputus, burung itu mati. Jika salah satu sayapnya patah, burung itu menjadi incaran pemburu.

 

Ya, semoga kita bisa menyeimbangkannya. menjaga cinta kita. Rawat kedua sayap kita. Biar bisa terbang dan sampai di tujuan. Allah is our destination! ^_^

Wallahu’alam bishshowab

 

maroji’: taujih ruhiyah

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: