Oleh: sangprofesor | Desember 23, 2007

Pertanyaan orang2 kreatif!

Pernah beberapa kali aku ditanya oleh saudara2 sesama muslim yang masih dalam proses mencari2 iman sebenar-benar iman dengan pertanyaan2  sederhana tapi luar biasa kreatif menurutku, pertanyaan2 yang selalu akan membuatku amat sangat berhati2 dalam menjelaskannya…ya, amat sangat berhati2, karena aku sedang menghadapi mereka! Orang2 yang kreatif!

 

Salah satunya adalah pertanyaan:

 

“risma, gimana dengan kata “Kami” dalam al-qur’an, aku bingung, kok Allah menyebut dirinya dengan sebutan “Kami”? kenapa bukan “Aku” ? katanya Allah itu esa???”

 

Wualah…sepertinya aku dianggap telaga aja! padahalkan ilmuku blmlah seberapa.hfuuf…tapi kucoba menjawab semampuku waktu itu…

 

“Begini kawan, kata “kami” dalam bahasa arab agak berbeda arti dan maknanya dengan bahasa lainnya seperti bahasa Indonesia yang merupakan kata ganti orang pertama jama’, dalam bahasa arab kata “kami” juga menunjukkan panggilan untuk orang yang kita agungkan, yang kita muliakan, nah, yang sepantasnya kita muliakan, yang paling kita agungkan siapa???hanya Allahlah yang paling berhak bukan!? Begitu…”

 

Mereka biasanya mengangguk2, tanda baru benar2 mengetahui soal itu. Kemudian aku melanjutkan penjelasan,

 

“sebenarnya dalam bahasa indonesia, kata kami itu juga bisa bermakna tunggal, coba aja denger pas orang lagi pidato, misal pidatonya pak lurah(hehe, biasanya sih gitu),kan sering tuh kita denger mereka menyebut diri mereka sendiri dengan kata “kami”.padahal kan sebenarnya dia bermaksud menyebut dirinya seorang tanpa terkait dengan orang lain, Kata “kami” juga sebagai bentuk kesopanan. Tapi bagi orang yang gak ngerti dengan bahasa Indonesia otomatis juga gak bakal ngerti dengan pemaknaan ini. Nah, begitupun dalam bahasa arab.jadi itulah kenapa kita sedikit banyak harus ngerti juga tentang bahasa arab. Itulah pentingnya belajar bahasa arab…”

 

selanjutnya, kulihat wajah puasnya akan jawabanku itu,hfuuf…alhamdulillah, itu meringankan sedikit beban di hati, yang sedang bertanya tentang akidahnya…Bantu dia ya Allah…

 

kemudian ia berkata, “iya, aku juga masih dalam proses belajar terus nih, dan akan memulai mempelajari bahasa arab. Makasih ya Risma, lain kali bolehkan aku nanya2 lagi ama kamu. Diskusi tentang masalah agama?”

 

Hehe, aku juga dah banyak lupa dengan pelajaran bahasa arab waktu di MTsN dulu…hmhh…harus belajar lagi nih! Gumamku sendiri waktu itu(sekarang juga lagi berguman sendiri:-P).

 

“oh, iya, iya, kalo risma bisa, pasti risma jawab. Tapi baiknya tanya aja ama temen2 putra yang lain, insyaAllah mereka bisa kok, kalo enggak kirim ke email risma aja ya…dah tau kan” Jawabku singkat lantas setelah itu langsung pamit, “ngabur”!…masalahnya yang nanya itu laki2 je! Kan risih juga! Gak nyaman banget tau!

 

Yupzz…Paling gak nyaman kalo bicara secara langsung dengan makhluk itu! Lawan jenis perempuan, Laki2! Bisa sih mengkondisikannya, Cuma ya tetep aja, risih! Beda halnya ketika aku ditanya dengan temanku yang satunya lagi, pertanyaannya sama persis! Tentang kata “kami” dalam al-qur’an. Nah, kalo ama sesama kaum hawa mah aku enjoy2 aja! Zona nyaman euy!

 

Sekarang, biarkan aku mengurai kembali jawabanku yang singkat waktu itu… siapa tau masih banyak mereka disana yang juga mempertanyakan hal ini…dan kali ini ngambil referensi dari syariah online yang didownload lewat wewewepakdenonodotcom. Dan hasil tanya2 ama temen2 di sastra arab ugm… 

 

Dalam bahasa Arab, dhamir nahnu adalah bentuk kata ganti orang pertama dalam bentuk jamak yang berarti kita atau kami. Tapi dalam ilmu nahwu, maknanya bisa saja bukan kami tetapi aku, saya dan lain-lainnya.

Terkadang kita sering terjebak dengan pertanyaan seperti ini. Model pertanyaan seperti ini bisa jadi berangkat dari kepolosan dan keluguan, namun di sisi lain bisa jadi merupakan usaha untuk membodohi umat Islam yang awam dengan bahasa arab dengan menggunakan pertanyaan menjebak ini. Hal ini tidak aneh dan sudah sering dilakukan.

Kata Nahnu” tidak harus bermakna arti banyak, tetapi menunjukkan keagungan Allah SWT. Ini dipelajari dalam ilmu balaghah. Sebenarnya dalam bahasa Indonesia ada juga penggunaan kata Kami tapi bermakna tunggal. Misalnya seorang kepala sekolah dalam pidato sambutan pesta perpisahan anak sekolah berkata,Kami” sebagai kepala sekolah berpesan . . .  Padahal yang jadi kepala sekolah hanya dia seorang dan tidak beramai-ramai, tapi dia bilang Kami. Lalu apakah kalimat itu menunjukkan bahwa kepala sekolah sebenarnya ada banyak atau hanya satu ?.

Kata kami dalam hal ini digunakan sebagai sebuah rasa bahasa dengan tujuan nilai kesopanan. Tapi rasa bahasa ini mungkin tidak bisa dicerap oleh orang asing yang tidak mengerti rasa bahasa Indonesia. Atau mungkin juga karena di barat tidak lazim digunakan kata-kata seperti itu.

Selain kata Nahnu, ada juga kata antum yang sering digunakan untuk menyapa lawan bicara meski hanya satu orang. Padahal makna `antum` adalah kalian (jamak). Secara rasa bahasa, bila kita menyapa lawan bicara kita dengan panggilan antum, maka ada kesan sopan dan ramah serta penghormatan ketimbang menggunakan sapaan anta.

 

Selain itu,hasil tanya2 ama temen disastra arab katanya ada tafsir bahwa, Allah menggunakan kata “kami” untuk menunjukkan bahwa Allah bersama pasukannya, hmm…iya benar juga. Kan Allah juga menggunakan kata “Aku”, hal ini ketika menunjukkan ke-esaan-Nya. Ada juga yang bilang bahwa itu karena wahyu disampaikan melalui jibril(yang ini aku ragu!).

 

Wallahu’alam bishshowab….

 

dan kebenaran itu datangnya hanya dari Allah, dan khilafku ini, ampuni ya Rabb…

 

Yupzz…mudah2an ada manfaatnya ya….semoga semakin hari, kita semakin yakin, semakin taqwa…aamiin…

laen kali kusambung dengan topik yang asalnya dari pertanyaan2 mereka. Orang2 kreatif disekitarku! Thank You Allah…love You more and more…^_^

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: