Oleh: sangprofesor | Februari 14, 2008

Kisah mawar berduri di tepi jurang…

 

 

Senja syahdu, hujan turun begitu deras. Sore itu, di pojok mushola mipa utara, rencananya, aku akan bertemu dengan kedelapan adik AAI-ku semester lalu. Awalnya sih karena beberapa diantara mereka mau minjem buku2+soal2 kuliah semester2, lantas atas inisiatifku maka kuundanglah mereka untuk berkumpul sore itu, semacam reunian. Hanya satu orang yang datang, 2 orang izin tak bisa datang lewat sms, beberapa izin pake lisan, yang lain entah apa kabar. Gpp ding, toh agendanya juga agenda dadakan, “informal” lagi, and without persiapan. Wajarlah…keep fight!

 

Kemudian, berdua kami berbincang dalam hujan(ciee)…suhu melembab, tapi… berada di mushola ini selalu kurasa hangat, hingga perbincangan kamipun meluas kemana2, mulai dari obrolan soal kuliah, diktat, karakter dosen2 jurusan kimia plus tips menghadapinya, soal2 ujian yang biasa keluar, trik2 praktikum kimia dapet A(hehe,aneh juga kok bisa!), tentang pilihan minat jurusan kimia, pentingnya berorganisasi, pentingnya ngaji, kondisi keluarga hingga… sampailah aku pada kisah mawar berduri di tepi jurang.(silahkan baca disini).

 

Hmm, begini, awalnya karena bicara tentang dosen struktur senyawa anorganik dengan tipe soal ujiannya dan cara ia mengajar, dosen yang kadang membuat miris dengan cerita2nya itu…lucu sih–dikit! Bikin geleng2 tepatnya, abizz materinya pasti dikaitkan dengan hubungan/interaksi lawan jenis. But, kalo dipikir2…inspiratif juga! Thanks ya pak! Semoga Allah merahmatimu…

 

Salah satunya tentang fenomena mahasiswa2 yang cenderung suka pake ransel punggung yang gede. Analisis beliau begini, ”soalnya takut dibilang gak laku! biar dikira lagi mbonceng cewek kalo lagi naek motor-ngebut!” gubrakk!!! Ya…gimana ya, analisa orang ”aneh” ya kaya gitu! tapi lihatlah keluar sana, di jalan raya, dimana kendaraan bermotor lalu lalang, alangkah banyak muda mudi berboncengan dengan posisi menempel…ya…persis! kayaknya si pemuda sedang make ransel di punggungnya!! Astagfirullah… duhai hawa…mau-maunya dikau menyerahkan diri begitu saja pada yang bukan haq-mu! Na’udzubillah…dan, engkau, ya adam, yang ”dipunggungnya ada ransel itu”, yang jelas dirimu bukanlah yang luar biasa itu…ya kan?!

 

Dari sinilah, aku mulai cuap2 tentang mawar berduri di tepi jurang kepada adikku itu.

 

Hmm, kalaulah kita, kaum hawa, sadar sesadar-sadarnya bahwa kita mampu menjadi sempurna dengan duri-duri itu, maka alangkah indahnya pemandangan dunia, takkan lagi kulihat maksiat dijalan raya itu, karena kitalah inti polemik, dan karena itu kita menjaga, karna kita tau bahwa kita berharga, karna kita MUSLIMAH!! tak akan sudi menyentuhkan diri pada yang belum berhak!! Tak kan sudi menjual cinta sejati-cinta ilahi dengan cinta semu begituan! Kita hanya berupaya menjadi yang terbaik karena-Nya, insyaAllah. Jaga hamba ya Allah…

 

Adikku mendengar ocehanku dengan khidmad, dengan sorot mata serius plus anggukan semangat berkali2 tanda sepakat. agaknya terperangah karena belum pernah mendengar cerita mawar berduri ditepi jurang itu…

 

Saranku, sebarkanlah cerita itu kepada siapa saja, kawan! Terutama pada akhwat(saudara perempuan). aku sudah eksperimen beberapa kali, dan semuanya excited! Hehe…dan siapa tau juga banyak yang jadi nyadar! Trus tobat, mutusin pacarnya langsung, jlebb! sambil teriak ”aku ingin jadi mawar berduri di tepi jurang, kita putus!cukup sampai disini!” atau, si pemudanya yang tiba2 berujar ”maaf , aku mau tobat, tidakkah dirimu ingin menjadi sosok mawar berduri di tepi jurang? cukup sudah maksiat selama ini!” hehehe…apaan sie?! Umh…jalan ini begitu indah ya…bersama menuju kebaikan…semangat 3x!!

 

Mari ukhti…bersama melejitkan pribadi biasa dengan segala keterbatasan ini menjadi pribadi berprestasi tinggi, selamat dunia akhirat…aamiin…

 

Mawar berduri di tepi jurang….yang dibingkai apik oleh islam…wanita sholehah…

Balut kecantikanmu itu saudariku….berjilbablah….

Poles diri kita saudariku…dengan akhlak mulia….

 

Dan untukmu akhi, bisakah engkau menjadi dia yang luar biasa itu? menyongsong dia, sang mawar berduri di tepi jurang nun disana? Met menemukan yang terbaik ya…insyaAllah…

 

Dan semoga nanti, bila tiba waktunya, Dia berkenan menganugerahiku,

Menganugerahi dia yang mencintai Allah…

Mencintai rasulullah…

Mencintai kedua orang tuanya…

Mencintai……..

To be continue in my pray…^_^

 

Ya Rabbi…istiqomahkan hamba…aamiin ya robbal’alamin…

 

Eh, btw, adikku tadi apa kabarnya ya?…hehe. dan perjumpaan kami disenja yg malam menjelang itupun berakhir dengan serah terima warisan berupa buku2+soal2 kimia yg menurut sebagian anak elins adalah materi ”ampun deh” itu….hmm…alhamdulillah….

 

hai nabi! Katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan para wanita yang beriman, supaya mereka menutup tubuhnya dengan jilbab, yang dengan demikian itu supaya mereka lebih patut dikenal(jilbab itu khas wanita mukminat), maka merekapun tidak diganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang.”(Q.Sal-ahzab:59)

 

dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: supaya mereka menahan penglihatannya, dan memelihara kehormatannya, dan tidak memperlihatkan perhiasannya(kecantikannya) kecuali yang nyata kelihatan(muka dan kedua telapak tangan hingga pergelangan tangannya0maka julurkanlah kerudung-kerudung mereka hingga ke dadanya……..”(Q.S An-nur:31)

 

Diriwayatkan oleh khalid ibn duraik dari aisyah ra bahwa asma binti abu bakar menemui rasulullah dengan memakai pakaian tipis. Melihatnya memakai pakaian itu, rasulullah saw kemudian berpaling dan bersabda, ”wahai asma! Bila telah memaskli masa haid, seorang perempuan tidak boleh memperlihatkan selain ini dan ini.” beliau berkata demikian seraya menunjukkan ke arah wajah dan kedua telapak tangannya.(HR.Abu Daud)

 

Wallahua’lam bishsowab

 

 

Nb: ada banyak cerita atas cerita.tetaplah bersinar…ganbatte ne!!

Iklan

Responses

  1. lama ga ngliat niy website..

    Hm, pada akhirnya mawar yang berduri itu akan layu dan mati, tapi semangat dan ketangguhannya patut diacungi jempol…

  2. Aslkm…pencerahan yg benar-benar mencerahkan…semangat2…..

    oiya salam kenal, sy copy boleh artiekl nya?

  3. assalamu’alaykum mbak risama.. lama tak silaturahiim….. udah masuk kuliah lagi yach?.

  4. wa’alaikumussalam warohmatullahi wabarokatuh…

    iya, lama gak silaturohim…

    lama juga gak menyapa semua sahabat lewat sp di wp. untuk semuanya…apa kabarmu disana, kawan? semoga sehat selalu dan semakin taqwa…aamiin…

  5. hm…..
    cerita yang menginspirasi.
    Patut di renungi oleh semua orang.
    Jadi teringat novel AAC.
    Tp, masi gak abis pikir sama org Indonesia.
    Kayaknya yang baca AAC tuh byk bgd.
    Tapi pengamalannya NOL besar.
    Semoga kita bukan termasuk org yg baca AAC trus cuma bilang: aku mau seperti fakhri, ato aku mau seperti Aisha. Trus bilang tapi kan kedua tokoh itu langka bgt. Katanya terlalu perfect malah. Jadinya mereka malah enggak ngejalanin.
    Keep Spirit!!!

  6. mbak risma..mau kasih saran neh….kalo avatar ato gambar past posting dirapiin aja…..
    klik gambarnya……trus…..klik (tobolmerapikan tulisan) mau dipinngir or ditengah…saran aja seh biar blognya tambah cakep….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: