Oleh: sangprofesor | Mei 11, 2008

Obrolan di lapangan golf…

 

Beberapa hari lalu, ada komen masuk ke sp di wp(sangprofesor di wordpress). Menurutku, komentar itu bukanlah komentar biasa, tapi…lebih pantas untuk jadi sebuah postingan. Makanya, ku co-pas saja komen itu sebagai salah satu postingan kali ini. Hehe. “gak apa ya saudaraku? Gak pake acara bayar royalty bukan?” :p. “Aksi” ini juga sebagai tanda terimakasihku pada dirinya. Dia yang menyebut dirinya sebagai…dewa penyair??

 

Well, inilah dia…ku beri judul ”obrolan di lapangan golf”(padahalkan ngobrolnya gak mesti di lap golf beneran yak?gpp d). Awal  membaca, aku kira ceritanya berbau martial art. Eh, gak taunya…tentang pukul memukul bola golf tho?! Yap langsung aja. Begini ceritanya…

 

***

Suatu Hari Nanti….Pasti

+Suatu hari nanti pasti akan tiba waktu nya kamu melak ukan pukulan putus asa….Pukulan yang tidak bisa diharapkan utk menang.Kamu tahu…apa yang bisa diandalkan utk menemukan harapan di saat seperti itu?
-Apa itu?
+Mempercayai terjadi nya kebetulan yang menguntungkan…Dengan begitu, strategi yang tidak terlihat pun jadi terlihat…
-Ke..ke..kebetulan..? maksud nya. Memukul dengan bersandar pada suatu keajaiban?
+Ya….sejuta kali lipat lebih baik dari pada memukul dalam keadaan keputusasaan….
Dan semua dasar nya adalah swing pendek….dari sini semua akan terlahir.
-…..
+Kalau dalam pertandingan,ada pukulan yang membutuhkan ketepatan arah yang mendekati 100%, kembalilah ke dasar…
_…..
+Kalau begitu…ayo mulai….

Dewa syair:

“Dialog di atas adalah antara guru dan murid ttg
bagaimana memenangkan pertandingan golf yang begitu memeras
kekuatan psikis. Kita dapat mengambil pesan dari dialog tsb.Apa itu?
Adalah seorang guru yg arif lagi bijaksana yg memiliki kemampuan
melihat keadaan hati seorang murid…sehingga nasehat atau petuah
menjadi begitu efektif dan tidak mubazir utk sang murid.

Jika kalian..teman teman ku…belum memiliki guru seperti itu, kalian pasti
merasa dijejali berbagai hal yg manfaat tapi tidak dimengerti hingga
kalian jenuh dan merasa bertambah sepi mencekam…tak peduli sang
guru itu dari disiplin ilmu science atau non-science,bila dia arif lagi
bijak dia adalah penuntunmu..sebab segala pengetahuan itu berujung
pada pengambilan kebijaksanaan…sabar dan tetap mencari adalah
adalah kunci nya utk mendapatkan sang guru….

Dalam konteksnya di kehidupan sehari hari, keputusasaan pasti terus
menghampiri selagi kita masih hidup…bagaimana jika kita jatuh
dalam kesulitan besar dan jurang keputusaan pun begitu
dalam….jawabnya adalah dengan mempercayai suatu kebetulan yg
menguntungkan dan bangkit berusaha dengan bersandar pada suatu
kejaiban….Artinya kita harus membuka mata lebar lebar dan melihat
bahwa malam pasti berganti siang sesuai hukum alam sebab
akibat..jg kesulitan itu pun pasti berganti kemudahan dan
kelapangan.

Utk bisa mempercayai itu, hal mutlak yg harus lebih
dahulu disiapkan adalah berserah diri dg bersandar kepada Maha
Pemilik Keberuntungan dan Keajaiban, sehingga kalian bisa bangkit
dgn teguh/tidak goyah. Sesudah itu, kembalilah kepada dasar…dari
dasar ini lah, segala gala nya bisa terwujudkan…apa itu?
Jawabnya ada dalam kalimat….

Illahi Anta Maksudhi Wa Ridho Kamathlubi..Hanya Engkau dan Rhido
Mu yg Ku Tuju.”

***

 

Saudaraku, bagaimanapun, makasih ya. Jazaakumullah khoiron katsir…

 

“demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan nesehat menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kebenaran.”(Q.S Al Ashr 1-3)

Iklan

Responses

  1. Ya Allah peluk dekaplah aku, semua yang ada padaku adalah bukti ujudMU, aku sadari setiap lekuk tubuhku setiap ruas tulangku aku melihat sebagai bukti atas ujudMU,mata adalah hanya segumpal daging tapi dg kuasaMU aku bisa melihat, jantung juga hanya seonggok daging,tapi dengan kuasaMU dia jadi mesin pemompa darah yang tdk pernah berhenti berdetak. Ya Allah seandainya hamparan bumi ini jadi kertas maka tak akan cukup utk kutuliskan semua nikmatMU

  2. qul:amantu billah. tsummastaqim.

    salaamun’alaikum.
    saudaraku, Raheem Abu Ifa, salam kenal.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: