Oleh: sangprofesor | Mei 25, 2008

dari selebaran ‘sendowo menanti’

 

Sesuatu yang sederhana, kadang justru yang begitulah yang jadi perhatianku. Membuatku merenung dan tersenyum sendiri. seperti yang terjadi beberapa hari lalu. Saat membaca selebaran2 di sekitar kos2an. Gak begitu inget sie ama detail tulisannya, tapi baiklah, kira2 seperti ini petikan isinya:

 

Wahai mahasiswa dan mahasiswi!!!

Ya, engkau yang senantiasa mengatasnamakan rakyat dam setiap aksimu,

Namun kini…

Engkau bagai matarantai yang lepas dari induknya

Lebih peduli berpolitik, pencapaian indeks prestasi dan pencarian cintamu!

Namun  lalai dengan lingkungan sekitar pondokan

 

gak perlu alim banget…

tapi yang terpenting mulailah dari yang kecil, dari lingkungan sekitarmu

segera buktikan!!!

 

Sendowo menanti

Segala bentuk kreativitasmu

di

-TPA masjid al-mustaqiem-

 

Subhanallah…sendowo menanti?? seolah2 para mahasiswi juga “dibutuhkan”!? Karna setahuku, pengelola kegiatan2 di mushola mungil-yang akan revolusi jadi masjidnya sendowo- itu adalah para ikhwan saja! Dan akhwat gak bisa masuk ke sistem didalam sana. Hmm…mushola“ikhwan only”! itu setahuku lho! Baguslah kalo sistem itu sudah diubah. Setidaknya ada sebentuk deklarasi bahwa terbuka peluang bagi para akhwat untuk ikut beramal disana. alhamdulillah. Barokallahulakum…

 

Sendowo, daerah dimana aku ngekost sekarang. Letaknya gak jauh2 amat dari RS Sardjito. Area kost2an mahasiswa. Anak2 kost di lingkungan ini memang kebanyakan adalah para mahasiswa dan mahasiswi UGM. Dan memang mungkin, rata2 mahasiswa/i itu berlabel “aktivis”, orang2 yang sebagian besar waktunya habis untuk kegiatan kampus. Ya, sekalipun isi selebaran yang subjektif itu(sepertinya) bisa aku jawab dengan argumen2 yang nyata dan relevan adanya, tapi biarlah. Kritik is kritik. Memang benar adanya kalo kami para mahasiswi belum terlibat dalam pergerakan disana. ya gimana mau bergerak kalo pas mau masuk pasukan ikhwan sudah “menghadang” dan sudah tampak amat mengerikan…(hehe..afwan, tapi ini jujur lho).

 

Yup, bagaimanapun, harusnya dengan peluang yang mulai dibuka oleh saudara2 kita itu, maka kita(yang mengaku2 sebagai mahasiswi-aktivis kampus)menyambutnya dengan gembira. Walaupun itu artinya nambah amanah lagi…lagi2 amanah…ya gpp deh..apa sie yang enggak buat Dia…surga…surga…surga…ridho dan cinta-Nya saja! main ama adek2 kecil yang lucu2…siapa yang gak mau?!! Ini yang aku tunggu sedari dulu. Hmm…pastinya menyenangkan. kendatipun sampai sekarang aku masih gak tau tentang mekanisme untuk masuk ke sistem “ekslusif” itu. hfuff…gimana caranya ya?? Abisnya selebarannya gak jelas banget! Gak ada petunjuk gimana caranya jointnya, or mesti nghubungin siapa. Yups, liat ntar aja deh! Kalo Allah mengizinkan, pasti dibuka jalan kan…

 

Baiklah, jika yang nampak dari perbuatan2ku itu adalah aib2 maka katakanlah padaku bagaimana aku harus meminta maaf? Dan kuanggap saja tulisan “nakal” itu sebagai sebentuk kasih sayang dari para pengelola mushola untuk kita semua. Kita yang mengaku2 sebagai aktivis pergerakan kampus! Sebentuk kasih sayang berupa teguran pengingat teman….so sweet bukan? Bersyukur kepada Allah…

 

Wallahua’lam bishshowab…

 

Dan semoga Allah merahmati orang-orang yang menghadiahkan aibku kepadaku…

Jazaakumullah khoiron katsir….

Iklan

Responses

  1. jadi ingat waktu kuliah dulu berkoar2 di jalan, tapi nggak pernah kasih sesuatu yang nyata buat orang sekeliling kita. mimpi mahasiswa tua


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: