Oleh: sangprofesor | Juli 25, 2008

It’s complicated!

Cara berpikir, pola pikir, sudut pandang, cara pandang, persepsi, praduga, su’udzon, husnudzon, dan segala itu, apa-apa yang menempel pada mereka-juga aku tentu saja-, manusia:  It’s complicated!

 

Kini, aku memperoleh satu hikmah lagi. Satu hikmah karena dulu tidak jadi memburu jurusan psikologi. Karena kalo itu terjadi, mungkin sepanjang kuliah aku akan sering bersenandung: “it’s complicated! it’s complicated…..” 🙂

 

Fiuh….sederhana itu indah, kawan. And i fell, i think, i want to back to my “simple” soul…. Ngomong apa lagi ini??

 

Marilah kita tinggalkan “it’s complicated” yang satu itu, sekarang kita beralih pada “it’s complicated” yang lain. Keajaiban penciptaan manusia.

 

Sahabatku, mari kita lihat tubuh kita sendiri, semisal darah kita. Darah sebagai pengatur suhu tubuh manusia.

Selain racun, sel darah merah, vitamin dan zat-zat yang lain, darah juga membawa panas, suatu hasil sampingan dari pembentukan energi di dalam sel. Menyebarkan dan menyeimbangkan panas tubuh sesuai dengan suhu lingkungan sekitar sangatlah penting. Seandainya tidak terdapat sistem pemerataan panas dalam tubuh kita, maka tangan kita akan menjadi terlalu panas sedangkan bagian tubuh lainnya akan tetap dingin ketika otot-otot lengan sedang bekerja, yang akan sangat merusak metabolisme tubuh. Inilah mengapa panas diedarkan secara merata ke seluruh tubuh, yang hanya dilakukan oleh sistem peredaran darah saja. Untuk menurunkan panas tubuh yang diedarkan ke seluruh badan, sistem pengeluaran keringat dijalankan. Selain itu, pembuluh darah melebar di bawah kulit, yang memungkinkan kelebihan panas yang ada dalam darah dialirkan ke udara luar. Itulah sebabnya ketika kita berlari atau melakukan kegiatan lain yang menguras tenaga, wajah kita menjadi merah. Peredaran darah bertanggung jawab dalam menjaga panas tubuh maupun mendinginkannya. Pada suhu lebih dingin, pembuluh darah di bawah kulit kita menyusut, sehingga berperan mengurangi jumlah darah yang beredar di bagian tubuh tertentu tempat panas paling mudah terlepas, sehingga mempertahankan tingkat pendinginan tubuh pada titik terkecil. Memucatnya wajah seseorang tatkala dingin merupakan tindakan pengamanan oleh tubuh secara otomatis.

Segala hal yang terjadi dalam darah benar-benar rumit dan saling berkaitan. Segala hal telah diciptakan dengan sempurna hingga perincian terkecil. Bahkan, terdapat keseimbangan yang luar biasa mengagumkan dalam aliran darah sehingga adanya gangguan terkecil pun dapat menimbulkan masalah kesehatan yang sangat serius.

Nah, lihatlah! Semua itu sangat rumit. Lalu pertanyaannya, siapa yang menciptakan semua itu? Siapa juga yang menciptakan semesta raya ini? Jawabannya adalah Allah.

”Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.” (Q.S. Thaha: 98. )

Dan sebenarnya, bila kita melihat keajaiban penciptaan tubuh kita, dan melihat kemanapun, bila kita mau berpikir, kita akan temukan Dia. Allah….

 

Wallahua’lam bishshowab….

 

Referensi: http://www.harunyahya.com

Iklan

Responses

  1. Falsafah ini bagus dan menggugah pemikiran pendek manusia dimana semua
    masalah baik besar atau kecil dianggap rumit dan kompleks.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: