Oleh: sangprofesor | Maret 7, 2010

Episode “Sebiru Hari Ini”

“Kok ga nangis?” kata seorang akhowat bergamis hijau.

“Sudah kebal…!” jawab akhowat berkerudung hitam…

…Tak seperti beberapa waktu sebelumnya, akupun mengalami hal yang sama seperti mereka. Kali ini, tak ada air mata. Disaat sebuah lingkaran harus “bubar” untuk kemudian beranjak ke lingkaran baru yang mungkin akan berbeda.  Tapi aku tak berkomentar apa-apa, hanya rasanya mungkin sama: ada sedikit gemuruh… seperti tak ingin berpisah. Namun sadar, bahwa Allah telah mempersiapkan cahaya itu, pagi….

***

Setiap menemukan perjumpaan, maka bersiaplah untuk sebuah perpisahan, begitu katanya. Tapi… ya, seperti kita pahami, dunia ini memang sementara, hanyalah senda gurau belaka. Seperti pengembara, kita bagai orang asing di dunia. Dan apapun yang kita jumpai, dalam doa, kita berharap agar semuanya membuat kita semakin cinta, semakin dekat, menghantarkan diri ini kepada-Nya.

Maka dari itu, seperti kata sahabatku, “Berjuang di dunia, berharap pertemuan di surga”. Mungkin tidak begitu tepat jika kita menyebut-nyebut kata “perpisahan” sebagai sesuatu yang selalu begitu menyedihkan… Karena memang, kehidupan selayaknya perjalanan. Ada asal, perlu perbekalan, ada terminal tempat beristirahat dan punya tujuan.

“Dalam Perjalanan kita yang panjang, yang penuh peluh dan ujian ini mestinya tidak merubah skenario perpindahan yang seharusnya kita lewati. Perpindahan dari kondisi yang buruk menjadi lebih baik. Dari kemaksiatan kepada ketaatan dalam kedamaian Islam.” Taujih seorang ustadz…

Perpisahan boleh jadi memang membuat semacam perasaan sedih… Namun demikian, La Tahzan wa La Takhaf, sebab disana masih ada rencana, kehidupan, dan hari yang lain. Yakni, tempat dimana Allah akan menghimpun semua makhluk dari yang pertama hingga yang terakhir. Semoga dipertemukan di surga-Nya. Aamiin…

Wallahua’lam bishshowab

***

Ya, tak seperti beberapa waktu sebelumnya, akupun mengalami hal yang sama seperti mereka. Kali ini, tak ada air mata. Disaat sebuah lingkaran harus “bubar” untuk kemudian beranjak ke lingkaran baru yang mungkin akan berbeda.  Tapi aku tak berkomentar apa-apa, hanya rasanya mungkin sama: ada sedikit gemuruh… seperti tak ingin berpisah. Namun sadar, bahwa Allah telah mempersiapkan cahaya itu, pagi….

so, just brighten up! Sebiru hari ini….

Sebiru hari ini, birunya bagai langit terang benderang

Sebiru hati kita, bersama di sini

  

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga

Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

  

reff:

Bukankah hati kita telah lama menyatu

Dalam tali kisah persahabatan ilahi

Pegang erat tangan kita terakhir kalinya

Hapus air mata meski kita kan terpisah

Selamat jalan teman

Tetaplah berjuang

Semoga kita bertemu kembali

Kenang masa indah kita

Sebiru hari ini

 

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga

Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

 intro

reff 2x

Seindah hari ini, indahnya bak permadani taman surga

Seindah hati kita, walau kita kan terpisah

(by edcoustic)

~di sebuah pagi yang selalu bertabur cahaya~

Iklan

Responses

  1. Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh…

    mari nyanyikan…

    mulai…

    kami sadari jalan ini
    kan penuh onak dan duri
    aral menghadang dan kezoliman
    yang akan kami hadapi…

    kami relakan jua serahkan dengan TEKAD di hati
    jasad ini
    darah ini
    sepenuh ridho illahi…
    (Izzatul Islam)

    ***selanjutnya…

    senyumlah….senyumlah…

    senyum tanda mesra senyum tanda sayang
    senyum di waktu susah tanda ketabahan
    seyuman itu tanda keimanan

    senyumlah seperti rasulullah
    senyumnya bersinar dengan cahaya
    senyumlah kita hanya karena Allah
    itulah senyuman bersedekah…
    (by Raihan)

    • wa’alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh…

      d^_^b (two tumbs)

  2. pindah rolling-rolling… bukan kehilangan saudara malah dapat saudara baru…
    heee… just dont forget to keep in touch with the previous circle… 🙂

    • iya mbak…bener…! “just dont forget to keep in touch with the previous circle”: yuhuu, ^_^

  3. ya ALLAH ampuni lah dosa ku,.,.,


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: