Oleh: sangprofesor | Maret 19, 2011

Obituary~Risa Rahma Fitriany…

Masih pagi. Beberapa sms dari sahabat sudah meluncur di hapeku, satu diantaranya,

”Risma, dapet sms kaya gini ga??
Assalamu’alaikum..
Mohon doa dan keikhlasan tmn2,
telah meninggal dunia saudari kita
Risa Rahma Fitriani Mipa 06 (….”

Some text missing… sms itu terpotong.

“Dho, sms-nya kepotong. Risa meninggal?” jawabku.

Tak lama, sms lainnya menyapa, kali ini dari mas’ul KITTA 2006. Sms beliau masuk berbarengan dengan sms balasan dari Ridho.

Sms Mas’ul KITTA 2006,

“Innalillahi wainna ilaihi roji’un..  telah meninggal, mb Risa Rahma Ftiriani, FMIPA UGM 2006, meninggal hari ini di RSI madiun jam 7 wib. Mohon doanya, semoga amal beliau diterima di sisi-Nya.”

Dan sms balasan dari Ridho,

“Ya Risa meninggal Ris.. innalillahi wa inna ilaihi roji’un…”

~***~

Masih kuingat senyum itu. Senyum dari seorang akhowat yang begitu feminin, yang begitu menyukai warna pink…

Pertama kali aku melihatnya saat PASCAL(Pengenalan Kampus Science Awal Kuliah-ospek FMIPA UGM) 2006. Kelompok kami berbeda, namun berjejer bersebelahan. Aku kira saat itu ia menjadi ketua kelompoknya. Ia memang seorang akhowat yang pemberani dan dapat diandalkan.

Aku belum mengenalnya. Hingga kemudian kami sering dipertemukan dalam agenda-agenda… daurah, mabit, seminar, atau sekedar syura dan sapa hangat di mushola.

Risa Rahma Fitriany. Begitu nama lengkap sahabatku ini. Namun kalian bisa memanggilnya Risa saja. Di dunia maya dia lebih suka menggunakan nama Syamsa. Apakah kau pernah berkunjung ke www.syamsa.wordpress.com, sahabat? Itu rumahnya Risa…

Risa berbeda prodi denganku memang, dia prodi Statistika sedangkan aku prodi kimia. Namun Allah mempertemukan kami melalui amanah-amanah itu. Tahun pertama di kampus FMIPA UGM, aku ikut beberapa organisasi, diantaranya ada KMFM dan BEM KM FMIPA UGM. Di Sie Kerohanian Fakultas MIPA, KMFM, aku dan Risa berbeda departemen. Dia di departemen kemuslimahan, aku di departemen Syi’ar. Sedang di BEM MIPA kami disatukan dalam departemen yang sama, SosMas(Sosial Masyarakat). Nah, sahabat, dari sinilah kami memulai untuk berjuang bersama…

“Kenapa air laut dan ombaknya begitu indah?
Kenapa air terjun yang mengalir dengan begitu derasnya sangat menarik?

Karena mereka BERGERAK!!! Bisa kau bayangkan air di bak mandi tw air di ember akan begitu menjemukan jika dilihat karena mereka tidak bergerak. Sangat berbeda dengan air laut yang senantiasa bergerak dengan ombaknya atau air terjun yang bergerak dengan deras alirannya. Seperti itulah aq memandang hidup, qt harus bergerak apalagi bwt mereka yang merasa masih muda.

Karena hidup terlalu indah untuk dilewatkan begitu saja, apalagi klo lo masih muda !!!

SELAGI MASIH MUDA bagaimana Menjadikan Masa Muda Begitu Bermakna.”
(Risa, 2009)

Selalu bergerak… Bahkan dalam sebuah rihlah anak-anak KITTA 2006, ukhtiy Kartini memberi testimoni kalau Risa itu ”hiperaktif dan ga bisa diam”. Ya. Kau tau ’kan alasan dia ga bisa diam, sahabat? Dia ga bisa diam karena ingin menjadikan kehidupannya menjadi begitu bermakna. Seperti air terjun yang mengalir, sehat dan bermanfaat. Menjadi indah… apalagi saat semua kemanfaatan yang kau tebar itu berlandaskan keimanan kepada-Nya. Hanya mengharap ridho dan pertemuan dengan-Nya, di surga. Maka biarkan aku mengatakan bahwa semua itu adalah sangat indah. Sangat indah…..

Setelah setahun perjalanan kami di kampus FMIPA UGM, kami sudah mulai fokus di ranah masing-masing. Aku lebih fokus di Kelompok Studi Fakultas(LSiS) sedang Risa di Sie Kerohanian Islam Fakultas(KMFM). Risa pun advance di ranah tersebut. Menjadi Biro kaderisasi KMFM 1430, kemudian dewan pembimbing FSDIK 1431.

Risa…. Masih kuingat nama itu. Nama dari seorang akhowat yang penyayang. Nama dari seorang akhowat yang punya mimpi-mimpi nan mulia:

”Aku ingin menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuaku. Karena Rasulullah bersabda,

”Orang tua adalah pintu surga yang paling tinggi. Sekiranya engkau mau, sia-siakanlah pintu itu, atau jagalah!”(HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, dishohihkan oleh Albani)

Dan kelak, kelak jika Alloh mengijinkan aku memiliki seorang suami, maka taat kepada suami adalah sebuah cita-cita (mimpi).

“Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang
mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu: shalat 5
waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat kepada suaminya dan menjaga
kehormatannya.”

(Risa, 2010)

Perjumpaan terakhirku bersama Risa adalah ketika aku memutuskan untuk itikaf sejenak di suatu senja, di masjid mardliyah UGM, sebuah masjid yang darinya kau bisa mendengarkan kajian rutin pagi harian secara online via www.radiopengajian.com setiap hari selasa, kamis dan sabtu pagi.

Waktu itu aku hanya sedang memurajaah hafalan yang belum juga bertambah-tambah. Sedangkan Risa baru selesai check up di RS Sarjito dan mampir di mardliyah untuk menunaikan ibadah sholat ashar. Tak banyak bercakap waktu itu, Risa nampak agak terburu, harus segera pergi lagi. Yang aku pahami, kondisi kesehatan Risa memang cukup merisaukan, walau selalu ia tutupi dengan senyuman…

Aku lulus, meninggalkan hiruk pikuk kampus, meninggalkan Jogja. Sedang dia masih disana, masih berjuang menyelesaikan skripsi dan segudang amanah-amanahnya. Setidaknya itu yang aku tahu, setidaknya itu yang aku dapati dalam setiap coretan di blognya.

Ya. Belakangan Risa memang sering mengukir epik, melukis warna-warni dunia, berbagi cerita, asa, cita dan cinta dalam untaian kata-kata di dalam rumah cahayanya, sebuah blog yang baru beberapa hari lalu aku memberinya komen dan salam ukhuwah berupa “stylish blogger award” kategori blogger akhowat yang feminin. Namun entah, pesan-pesan di box komentar itu masih pending. Hingga akhirnya, aku ketahui bahwa mungkin saat itu Risa, yang Mei nanti genap berusia 23 tahun, sedang terbaring disana, di RSI Madiun…. Hingga akhirnya, kuterima kabar pagi ini bahwa sosok Risa Rahma Fitriany telah pergi meninggalkan kita semua, meninggalkan dunia yang fana.

“Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama’ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku.”(Q.S Al Fajr 27-30)

Masih kuingat senyum itu. Senyum dari seorang akhowat yang begitu feminin, yang begitu menyukai warna pink…

~***~

Selamat jalan ya ukhtiy…

Semoga Allah menerima amal ibadahmu…
Semoga engkau mendapat tempat terbaik di sisi-Nya…
Semoga nanti, kita dipertemukan kembali di jannah-Nya…
Amin

~***~

Kamar sentence, 14 Rabiu’l Tsani 1432 H

Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (Q.S Al Luqman: 34)


Responses

  1. 🙂

    nice post.

  2. kelu… kelu waktu mendengar kabar itu, yu…
    bahkan, when i was writing this one, rasanya tak tau harus seperti apa merangkai kata untuknya…

  3. ohya, blognya hayu ga bisa dibuka?

  4. subhanalah..lama sekali g berkunjung kesini
    ternyata tulisan baru kita sama…ya orbituari risa..sosok yang feminim..

    • Almarhumah Risa… Almarhumah Risa yang shalihat, mbak…

  5. semoga beliau diterima disisi-Nya
    aamiin

  6. ya Risa yang salikhah…..smga Allah menempatkannya di jannahNya …Amin..kabulkanlah ya Allah

  7. mipa melahirkan 3 syahid/syahidah. kapan giliran kita?

    • “kullu nafsin dzaa iqotul mauut… wamal hayatuddunyaa illa mataa’ul ghuruur…”

      dan saat itu tiba, semoga kita dalam kondisi yg terbaik ya, pak… khusnul khotimah, di jalan-Nya… amin
      🙂

      “Allahummaj’al khaira ‘umriy aakhirahu wa khaira ‘amaliy khawaa timahu wa khaira ayya miy yauma alqoo ka fiih..”

    • btw, long time no see.. pak hanif apa kbr yap?🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: