Oleh: sangprofesor | April 7, 2011

Keep Pray For My Bro

“Assalamualaikum wr wb

salam kenal dulu deh, karena meski kita sama2 FLP (cuma pernah denger namanya doank), aye belum tahu ente yg mane, af1 >.<

sang profesor yah? hmm, itu cita2 sy waktu masih kecil, cita2 yg angel dab!

okelah, sebagai sesama FLPers,
“Mari Menggapai Takwa dengan Tinta”

nb. yah, meski baru sebatas nge-blog ^^”

Seingat saya, itulah komentar pertama dari beliau yang masuk ke weblog pribadi saya. Browsing internet, silaturrahim via blog aka blogwalking, menghantarkan saya untuk ”mengenal” sosok yang pernah menjadi salah satu mahasiswa berprestasi di kampus UGM ini. Padahal dalam kegiatan-kegiatan FLP sendiri terus terang kami belum pernah dipertemukan. Ya, ternyata beliau adalah salah satu senior saya di Forum Lingkar Pena DIY, salah satu lembaga kepenulisan yang saya bergabung di dalamnya.

Beberapa kali bertandang ke weblog pribadinya, saya dapati bahwa beliau memiliki blog yang cukup produktif. Ada saja catatan harian yang beliau bagi kepada para pengunjung blognya. Dan tahukah? Ada sesuatu yang berbeda dari blog ini. Apa itu? Cobalah simak… ini adalah sepenggal cerita yang beliau kisahkan melalui blognya.

”Setelah menghabiskan beberapa Diary sejak pertama kali menginjakkan kaki di Jogja 2004 silam. Akhirnya Allah memberikan gw kesempatan tuk berbagi hikmah di dunia blog ini. Pikiran gw simpel waktu itu. Gw kadung mencintai adik gw yang pergi 8 Januari 2006 silam. Maka lahirlah blog ini sebagai tempat gw bercerita. Yah, gw gak peduli penilaian orang lain. Cowok yang mello, suka nulis diary, dan apalah itu. Ini gw, ini cerita gw ke adek gw. Karena kalian gak bakal pernah tahu bagaimana rasanya ditinggal mati orang yang dicinta. Dan lebih sakit lagi, kepergiannya itu hanya karena gw khilaf dan alpa dalam berdoa. Yah, maka sejak itu gw berjanji tuk selalu berbagi cerita ke elu ‘Jar. Yah, cita-cita lu tuk jadi orang yang berguna bagi orang lain bakalan aa terusin ‘Jar.”

Ya. Fajar, sosok yang tak hanya sekedar adik, namun rival, partner terbaik dan tempat berbagi cerita itu, ternyata adalah tokoh di balik layar blog ini. Hampir keseluruhan dari tulisan-tulian beliau ditulis dalam gaya bahasa curhat kepada sang adik yang bernama Fajar. Almarhum Fajar tepatnya. Almarhum Fajar yang aktivis dakwah sekolah…

Tiba-tiba saya teringat akan sebuah cerpen dari bunda Helvy Tiana Rosa yang berjudul ”Ketika Mas Gagah pergi”. Tentang “metamorfosa” seorang Gita setelah kepergian seorang Gagah Perwira Pratama, kakak kandungnya yang baik, cerdas, periang, mandiri, ganteng, dan yang paling penting… ”Mas Gagah itu Ikhwan”, begitu Gita menyebut kakaknya yang shalih ini. Mas gagah yang aktivis dakwah… tidak berbeda dengan almarhum Fajar bukan? Kematian orang shalih memang akan membuat langit dan bumi menangis…

Kepergian Fajar yang shalih nampaknya juga membawa angin perubahan, yang bisa kau sebut metamorfosa, pada diri senior saya ini. Awalnya ada kesedihan, rasa kehilangan, juga penyesalan. Kesedihan karena saat sang adik pergi beliau tidak sedang berada disampingnya. Penyesalan karena saat itu beliau juga belum sempat meminta maaf, atau setidaknya mengucapkan salam perpisahan. Kehilangan, yang kata beliau, hanya beliau lah yang dapat merasakan bagaimana pedihnya. Namun kemudian, kepergian Fajar juga menjadi semacam titik tolak bagi kehidupan senior saya, menjadi sebuah inspirasi. Inspirasi yang mengubah beliau agar selalu memenuhi hari-harinya dengan kebaikan-kebaikan. Inspirasi untuk selalu mengingat akan sebuah hal yang tidak pernah kita tahu datangnya kapan, kematian. Inspirasi yang membuat beliau bertekad untuk sebuah cita-cita besar. Setidaknya itu yang saya baca dari blognya:

”Cita-cita besar aa mungkin terlampau egois, aa mau masuk surga dan bersua dengan Fajar disana. Tapi surga itu butuh pengorbanan dan perjuangan, maka doakan aa untuk menjadi orang-orang baik yang senantiasa mengamalkan ilmunya, senantiasa membantu sesama, menjadi anak yang shaleh, kakak terbaik buat adik-adik kita, menjadi kebanggaan keluarga besar mamah dan bapak, atau mungkin nanti, menjadi ikhwan sejati.”

Adik beliau memang mungkin sudah meninggal, namun ia tetap hidup, hidup disini; di hati senior saya, yang diterjemah dalam catatan harian di blognya; cinta seorang kakak yang menjelma doa yang tak pernah selesai demi keselamatan sang adik; agar Allah melapangkan kuburnya di kala sempit, agar Allah menerangi kuburnya di kala gelap, agar Allah menerima amalan-amalannya, agar ia menjadi tabungan amal bagi kedua orang tuanya, agar sakitnya kemarin adalah penggugur dosa-dosanya di dunia; ”Keep Pray For My Bro”.

Browsing internet, silaturrahim via blog aka blogwalking…

Seorang Ustadz pernah bilang, bahwa blog itu banyak macamnya. Dan dari sekian banyak macamnya, kita bisa membaginya(secara global) menjadi dua kategori, yaitu blog baik dan blog tidak baik.

“Blog baik” –menurut definisi beliau—adalah blog yang bisa bikin kita nambah ilmu. Kalau kita membaca blog itu, ada beberapa ilmu yang masuk ke dalam otak kita dan sangat bermanfaat. Meski tidak langsung kita aplikasikan, tapi konten blog baik ini sangat bermanfaat.

Kategori kedua adalah “Blog Tidak Baik.” Definisinya adalah blog yang isinya celotehan si empunya blog yang mengarahkan orang atau pembaca untuk sesat. Si penulis seolah menulis dengan sangat sombong, pede dengan kesalahannya dan bahkan mengajak orang untuk ikut-ikutan seperti dia. Blog yang mengusung tema liberalisme, pluralisme dan porno-porno, ngajak selingkuh, pemuja setan dan semisalnya yang digarap secara kasar atau bahkan secara lembut banget.

Browsing internet, silaturrahim via blog aka blogwalking…

Apa yang menarik dari aktivitas ini, kawan?

Jawabannya adalah banyak. Salah satunya adalah kau akan bertemu dengan orang-orang dengan berbagai tipikal, punya kesempatan untuk mengenalnya, belajar darinya, bersilaturrahim. Hingga diantara kalian berlomba-lomba untuk menggapai taqwa, bersama…

Lalu izinkan saya berterimakasih kepada blog-blog yang baik hati ini. Diantaranya adalah yang satu itu, blog yang mengajarkan tentang banyak hal; Hikmah, pembelajaran, tentang ukhuwah, tentang istiqamah, tentang ketulusan, tentang cinta.

Terima kasih. Terima kasih untuk weblog seorang senior FLP DIY yang telah mengajak saya dan blogger lainnya untuk ”Menggapai Taqwa dengan Tinta” ini; Weblog seorang kakak yang senang bercerita kepada adiknya; Weblog yang sampai sekarang insyaAllah masih tetap eksis di dunia maya; Weblog pribadi yang berjudul ”KEEP PRAY FOR MY BRO”…

Semoga pemilik blog tersebut istiqamah di jalan-Nya, dan sosok yang menjadi sumber inspirasi itu pun damai di sisi-Nya. Amin.

~***~

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.”

(Q.S Al-Hujurat :13)

 

*)Salah satu file “kumpulan yang terbuang”, dimodifikasi ulang di Pare bersinar terang, 4 Jumadil Awwal 1432 H. 8.36 pm.

**)Didedikasikan untuk semua blogger seantero jagad raya… Love u guys, because of Allah. Semoga rahmat dan hidayah-Nya selalu terlimpah pada kita semua. Amin, Amin ya Rabbal’alamin…🙂 ~cheer up! Brighten up! Keep contact… ^^v


Responses

  1. sedih T_T

  2. did i do something wrong, sir?

    if ya, risma mohon maaf yg sedalam-dalamnya ya, pak…

    *tulisan ini.. should i remove it?

  3. Wah, Risma hebat! bisa mengenal Panji secara emosional..

  4. […] 1. Keep Pray For My Bro […]

  5. @ risma
    nothing wrong in your story..
    it just reminder me about him :
    http://arohmanpanji.wordpress.com/2011/04/10/fajar-award-2011-april-2011-hari-ke-sembilan/
    *thx a bunch 4 your pray…

    @ abe
    I know u so well ‘Be =D
    How about u?

  6. i know u so well…??

    @menantiaurora (what does the name mean?)
    sebelumnya, salam kenal mr. Abe..
    ウエルカム ahlan wa sahlan

    @Mr Panji
    “it just reminds me about him”
    that’s the point.. gomen…
    *thanks 4 all juga Mr..

  7. Bagus ya…jadi juara satu fajar award, keren.
    salama kenal salam ukhuwah…🙂

    • salam kenal salam ukhuwah juga mbak Erli… ^^

      semoga barokah postingannya…
      keep connecting ya, mbak…
      syukran sudah berkunjung… ^^

      best regards,
      risma

  8. @panji: Subhanallah.. karena ente kenal ane, tolong lengkapi kekurangan ane ya. dan tutupi aib2 ane.🙂

    @Sang Professor: Salam kenal juga, Risma. よろしくおねがいします。。menanti aurora? Aurora adalah plasma. Plasma adalah suatu Forth state of Matter. Dan Aurora itu Indah. jadi, kira2 maksudnya: senantiasa merindukan dan memperjuangkan datangnya keindahan dan kebaikan. Wallahu`alam..

    • ne, wakata, Abe sensei..🙂

      arigatou juga sudah berkunjung..
      *tukeran link tukeran link ^^

  9. Mba Risma…Keren,
    Semoga kita bs trus berdkwah menggapai taqwa mski lwat Blog ya Mb. mohon dkungannya tuk Adikmu yg kdang msh ‘aneh’ ini. ^_^

    • hehe, keren darimana? yang keren itu, yg seperti senpai dan sensei2 di atas itu kali, dek…

      sama2 belajar bersama dari mereka, ya..

      wish u all the best, dek… ^^d


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: