Oleh: sangprofesor | April 27, 2011

Dua Tunggangan ‘Umar

Ketika Allah mencintai hamba-Nya, maka ia berkenan membuat hati sang hamba begitu peka. Saat ditenggelamkan dalam lautan nikmat, sang hamba peka untuk segera mengenakan alat selamnya. Ia peka. Hatinya berbunga melihat indahnya berbagai rerupa, namun tak pernah melalaikan satu kata. Syukur. Lain sisi, Allah juga mengasah agar sang hamba peka, di saat gelombang musibah bertubi-tubi menghantam dan badai melantakkan apa yang dia punya, dia tak melupakan satu kata. Sabar. Ia menapaki jalan-jalan Sulaiman, sekaligus menyusuri pematang-pematang Ayub, alaihimassalam.

andaikan sabar dan syukur
adalah dua tunggangan
aku jadi tak peduli
mana yang harus kukendarai

-‘Umar ibn Al Khaththab-

~***~

 

[Ust. Salim A. Fillah, Jalan Cinta Para Pejuang]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: