Oleh: sangprofesor | Agustus 10, 2011

di Hari Kesepuluh Ramadhan 1432

Sudah hari kesepuluh Ramadhan, cinta…

Bagaimana kabar Ramadhanmu? Apa? Bagaimana kabar Ramadhanku? Aku tahu kau tak akan bertanya itu, karena pertanyaanmu adalah “Kau buka pakai apa? Sahur pakai apa tadi?”. Bagimu, pertanyaan itu lebih menyenangkan bukan? Sudahlah, tingkahmu selalu membuatku tersenyum, inspirasiku…

Sudah hari kesepuluh Ramadhan, cinta…

Banyak sebenarnya yang bisa kuceritakan padamu. Tentang Ramadhan di FHQ Asy Syifa, Ramadhan di Kampoeng Qur’an, Ramadhan di Kampung Islam, Ramadhan dengan status dan amanah-amanah yang baru, insyaAllah. Tapi kau tahu aku. Asertif oriented. Bicara dengan harapan ada manfaat itu ucapan, memang diperlukan. Curhat? Cukuplah Allah menjadi jawaban. Dan untuk tahu suasana hatiku, jika bisa dengan isyarat saja, mengapa juga aku harus banyak berceloteh? Irit kata, kalau bisa tiada banyak bicara, itu aku yang sebenarnya ‘kan? dan kau tahu itu.

Sudah hari kesepuluh Ramadhan, cinta….

Ya. Harusnya hari ini aku di sampingmu, menemanimu yang masih terbaring di rumah sakit. Ah, seharusnya saat mendengar kabar itu aku langsung meluncur kesana ya, ‘kan? Namun apa daya? Tiket pesawat sudah ditangan, bukan tanggal tujuh, tapi tanggal delapan belas. Lagipula, saat mendengar kabar itu dari Papa, aku sedang bersiap untuk berangkat ke sebuah kepanitiaan yang aku adalah penanggung jawabnya, amanah itu memang tertakdir untuk kuselesaikan ternyata. Maka aku hanya bisa menjadi pelipur kesedihan Papa dari sini. Namun mungkin tidak bagi Mama, sepertinya. Mama justru mengkhawatirkanku, me-reject teleponku kala itu, lalu kemarin setelah operasimu, “Assalamu’alaikum ya,  ayuk dah jalani operasi dengan lancar. Lia juga mama minta jaga kesehatan nak ya. wassalamu’alaikum.” Sms-nya.

Sudah hari kesepuluh Ramadhan, cinta…

Bagaimana rasanya dioperasi? Sekalipun belum pernah merasakannya, namun aku pernah menemani seorang sahabat di ruang operasinya. Bius? Ah, yang satu itu aku mungkin pernah. Kau ingat ‘kan, dua tahun lalu? Sama persis, di bulan Ramadhan juga, saat kau dan Mama menemuiku dalam kondisi koma, ah, seingatku aku sudah sadarkan diri, ya? ya, sepertinya aku sudah sadar, walau setengah sadar, waktu kau datang dengan cemasmu. Sakit di kepala, obat penenang dosis tinggi, oksigen, infuse, bau obat, bau rumah sakit, aku tahu itu. Sejak kecil pun kita terbiasa dengan rumah sakit memang. Bukan karena kita pesakitan. Tapi Karena Mama kita adalah seorang paramedis, aku suka itu.

Sudah hari kesepuluh Ramadhan, cinta…

Kata papa, besok kau sudah bisa rawat jalan, ya? Maafkan, maafkan, kau memaafkan aku? atau aku memaafkan diriku? Terpisah jarak, terpisah waktu… tak banyak yang bisa kulakukan untukmu di sampingmu, di samping Mama kita, hari ini dan kemarin itu. Cuma sms canda dalam sapa, cuma doa?

Lalu detik ini, di hari kesepuluh Ramadhan bertabur berkah-Nya, kusempatkan juga berbagi dengan mereka… segelintir tentangmu, segelintir tentang kita. Semoga kita bisa senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat-Nya, ya…

”Syafaakumullah… Allahummasyafie.. antassyaafii laa syifaa’a illa syifaa’an laa yudhoodiru saqoman.”

***

Semoga kesabaran dalam menghadapinya akan menjadi sebab Allah SWT menaikkan  derajatmu di sisi-Nya,
serta benar2 sembuh dan sehat total sehingga bisa kembali beraktivitas.
Get better soon, love.
Amin…

~***~

Sebelum Kajian Tafsir Ar Rahman, 10 Ramadhan 1432

”Fabiayyi alaa irabbikuma tukadzibaan”
Dan sakit itu, juga nikmat-Nya…

 —

*Dedicated for my lovely sister, dan semua saudara muslim/ah yang sedang sakit; semoga disembuhkan…


Responses

  1. Sudah sepertiga ramadhan.😥

  2. amin.. ya Allah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: