Oleh: sangprofesor | September 10, 2011

Syawwal

Kemarin, dalam Ramadhan penuh berkah-Nya, “pemandangan” diatas mungkin akan lumrah kali, ya…? *Rajoo… ^^ 

Tapi sekarang, di bulan Syawwal?? Ya… sahabat tahu…  sepertinya lingkungan kebanyakan bakalan balik lagi ke kondisi 11 bulan yang “biasa”; ga ada lg nuansa itu; puasa bareng, buka puasa bareng, masjid yang hidup, qiyamul lail berjama’ah satu kampung, bagi-bagi ta’jil, tadarusan sampai khatam berkali-kali, ‘itikaf ramai yang khusyu yang sensitive, juga pada hadirnya toleransi tingkat tinggi antar ummat beragama, khususnya untuk kaum muslimin muslimat, mukminin mukminat, yang setengah mati berupaya mendekatkan diri pada Rabb-Nya dengan memaksimalkan amalannya; betapa banyak yang jadi “mendadak” religi? Betapa banyak yang malu bermaksiat karena satu alasan, “Hey, ini bulan puasa…” Ya. Ramadhan teristimewa kini tlah berganti Syawwal.

Padahal Syawwal artinya peningkatan….
Peningkatan iman peningkatan amal, katanya.

Maka kita masih punya puasa 6 hari di bulan Syawwal ini. Kita masih punya puasa senin kamis dan puasa ayyamul bidh, 3 hari di tiap tengah bulan hijriyyah, yang setara dengan puasa setahun penuh. Pintu masjid pun masih terbuka, sepertiga malam terakhir seperti semula, dhuha tiap hari dapat disapa, dan tadabur qur’an?? Lalu bagi para saudara/i yang punya hutang di Ramadhan kemarin, alangkah lebih baiknya jika kita menyegerakan melunasinya di bulan ini pula, Syawwal.

Wallahua’lam bishshawab

***

Memanfaatkan nikmat waktu yang masih diberi Allah pada bulan Syawwal 1432,
admin blog ini sekali lagi meminta maaf atas segala salah dan khilaf….
Maaf lahir batin ya, sahabat…

 “Taqabalallahu minna wa minkum shiyamana wa shiyamakum”

Semoga kita bisa bertemu kembali dengan Ramadhan indah di tahun berikutnya….
Be better, be muttaqin.
Aamiin… Aamiin ya Rabbal’alamin…

***

Yogyakarta, 10 Syawwal 1432
Karena pada sebelas bulan ini kami akan menanti lagi, kami akan merindu lagi….
 


Responses

  1. Mari puasa syawwal.🙂

    • Ya, mari, Asop🙂

      Dan karena kita pun tidak tahu, masihkah Ramadhan tertakdir untuk kita sapa kembali di tahun berikutnya…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: