Oleh: sangprofesor | September 17, 2011

Melangkah Lagi

Pagi ini, kau awali harimu
Dengan kesedihan yang begitu dalam
Biar ku usap air matamu
Ku kan ada di sini, selalu bersamamu

Angkatlah wajahmu, tebarkan senyummu

Melangkah lagi, jangan berhenti
Kau kan mengerti
Makna terbaik dari semua yang tlah terjadi

Melangkah lagi, jengan berhenti
Kau kan sadari
Rahasia indah yang tersimpan di hari nanti

Teruslah melangkah, jangan menyerah

Dan biarlah semua yang tlah berlalu
Jangan kau sesali, sambutlah hari baru
Tegakkan wajahmu, tumbuhkan asamu

Melangkah lagi, jangan berhenti
Kau kan mengerti
Makna terbaik dari semua yang tlah terjadi

Melangkah lagi, jengan berhenti
Kau kan sadari
Rahasia indah yang tersimpan di hari nanti

Teruslah melangkah, jangan menyerah
Teruslah melangkah, jangan menyerah….

***

entah mengapa…

Pagi ini, sekedar ingin memutar kembali lagu itu,
Melangkah Lagi, sebuah lagu yg menurutku cukup bagus dari the little Gita.
Mungkin akan aneh bagi FHQ’ers, karena aku terbilang
sangat dan sangat jarang muter yang namanya nasyid pun lagu religi, apalagi lagu pop.
Jujur, lebih sering murratal yang menggema di kamar-kamar kita…
dan kita menikmatinya. Ya, karena kita yakin bahwa qur’an, melebihi apapun,
adalah Asy Syifa. Maka cukuplah Ali Basyfar, Al Ghamidi, Ahmad Saud, Hani Ar Rifa’i, dkk.

Ya, hanya ingin mengatur harmoni, that life must go on guys
Mungkin memang ada etape dimana kita harus terjatuh, dan berhenti sejenak
Agar apa? Mungkin agar kita kembali melihat-Nya, menatap-Nya;
sedalam-dalam tatap, setulus-tulus harap, secinta-cintanya cinta…

Seperti sebuah ayat yang kubaca kemarin saat tilawah,

“Ataukah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga,
padahal belum datang kepadamu (cobaan)
seperti(yang dialami) orang-orang terdahulu sebelum kamu.
Mereka ditimpa kemelaratan, pederitaan
dan diguncang (dengan berbagai cobaan),
sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata:
“Kapankah datangnya pertolongan Allah?”
Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat.”
(Q.S Al Baqarah:214)

Iya. Kau dekat. Bahkan lebih dekat dari urat leher kami sendiri.

Maka Tuhan…
Pada setiap pagi yang berembun,
izinkan kami melangkah dan melangkah lagi…
Melangkah menuju-Mu senantiasa.
Dekat dan semakin dekat, akrab…

Amin.

FHQ Asy Syifa, Syawwal 1432

la tahzan wa la takhaf, innallaha ma’ana


Responses

  1. hampir mirip dengan lagu D’masiv yach
    puiusinya…
    he”..
    jangan” niru dikit nich,..

  2. kurang begitu ngerti perkara siapa yang niru-siapa yang ditiru, yang penting ambil hikmah ambil ibrohnya aja ya, sahabat🙂

    *Barakallahu fiek


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: