Oleh: sangprofesor | Oktober 9, 2011

Hifzhul Quran (part three)

IV. METODE MENGHAFAL QUR’AN

Sebelum memulai menghafal Al Qur’an, ada beberapa persiapan yang harus diperhatikan, yaitu :

  1. Ikhlas dan memiliki azzam.
  2. Perasaan mengagungkan Al Qur’an.
  3. Memiliki Ihtimam/perhatian terhadap Al Qur’an serta ihtimam dalam proses menghafalnya.
  4. Menetapkan target.
  5. Mengatur waktu dengan baik.
  6. Menguasai metode dalam menghafal Al Qur’an
  7. Memiliki bacaan yang baik
  8. Memiliki pembimbing dan bi’ah dalam menghafal Al Qur’an
  9. Satu Mushaf, maksudnya jenis atau karakter mushaf yang dipakai untuk menghafal Al Qur’an tidak berubah
  10. Memperhatikan, mencatat dan teliti terhadap ayat-ayat yang gharib atau mutasyabihat.
  11. Sabar dalam menghadapi masyaqat/halangan dalam menghafal Al Qur’an
  12. Meninggalkan maksiat
  13. Senantiasa memperbanyak amal nawafil dan berdo’a

Metode menghafal Al Qur’an secara umum yang lazim dipakai oleh para penghafal Qur’an adalah :

1. الحفظ قبل التكرار

Yaitu metode membaca berulang-ulang lebih dahulu ayat atau surat  yang akan dihafalkan.

2. الحفظ قبل الإستماع

Yaitu metode mendengarkan berulang-ulang lebih dahulu ayat atau surat yang akan dihafalkan

3. الحفظ قبل الفهم

Yaitu metode memahami ayat atau surat yang akan dihafalkan. Untuk memahaminya akan lebih bagus jika menggunakan tafsir. Kalaupun hanya menggunakan terjemahan, maka hal itupun tidak masalah jika mampu membantu memahami ayat atau surat yang akan dihafal.

4. الحفظ قبل التدوين

Yaitu metode menuliskan lebih dahulu ayat atau surat yang akan dihafal.

Salah satu “penyakit” seorang yang sedang menghafal Al Qur’an adalah malas melakukan muroja’ah. Padahal muroja’ah adalah bagian dari proses menghafal itu sendiri. Beberapa hal terkait muroja’ah diantaranya :

  1. Muroja’ah harian, yaitu minimal sebelum tidur dengan didawamkan tiap hari. Kemudian ayat atau surat yang sudah dihafal digunakan atau dipakai dalam Qiyamullail.
  2. Muroja’ah mingguan (Yaumul Qur’an mingguan), yaitu mempunyai waktu satu hari dalam satu minggu untuk melakukan muroja’ah hafalan yang kuantitasnya lebih banyak dari muroja’ah harian.
  3. Muroja’ah bulanan (Yaumul Qur’an bulanan), yaitu mempunyai waktu satu sampai 3 hari untuk melakukan muroja’ah hafalan yang kuantitasnya lebih banyak dari muroja’ah bulanan.
  4. Muroja’ah tahunan (Yaumul Qur’an tahunan), yaitu memuroja’ah seluruh hafalan yang dimiliki dalam satu waktu (tergantung jumlah hafalan yang dimiliki).
  5. Selain program muroja’ah rutin di atas, maka untuk “memperkuat dan mencek hafalan”, maka bisa juga dengan cara ditasmi’kan atau musabaqah (tapi bukan diniatkan untuk populer atau jadi juara).

Ada beberapa hal penting yang harus diketahui yang bisa menghalangi  atau akan menjadi kendala dalam menghafal Al Qur’an, yaitu :

  1. Melakukan maksiat kepada Allah swt.
  2. Cenderung dengan kehidupan dunia.
  3. Tidak punya pembimbing dan bi’ah.
  4. Kurang sabar.
  5. Tidak dimuroja’ah.

Melihat kepada perjalanan sejarah, ternyata banyak orang mampu menghafalkan Al Qur’an, dari mulai usia dini bahkan sampai para orang tua. Bahkan saat ini banyak kalangan pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, bahkan para karyawan yang sibuk bekerja, begitu bersemangat menghafal Al Qur’an. Semoga hal ini bisa menjadi pendorong semangat kepada para aktivis da’wah untuk kembali lebih mengakrabkan diri lagi kepada Al Qur’an.

Jika seorang aktivis da’wah jauh dari Al Qur’an maka bagaimanakah dengan ummatnya? Allohu A’lam.

Maroji :

  1. At-Tibyaan fii Aadaabi Hamalatil Quran, Abu Zakariya Yahya Muhyiddin bin Syaraf bin Hizam An-Nawawi, Edisi Bahasa Indonesia “Keutamaan Membaca dan Mengkaji Al-Quran”, Konsis Media, Tanpa Tahun
  2. Kaifa Tahfazhul Qur’an, Abdurrab Nawabuddin, Kementrian Pendidikan Tinggi Universitas Islam Imam Muhammad bin Ibnu Sa’ud, Tahun 1408 H.
  3. Kiat Sukses Hafizh Quir’an Da’iyah, KH. Abdul Aziz Abdur Rauf, Lc. Al Hafizh, Dzilal Press, Tanpa Tahun
  4. Pengalaman Pribadi

Responses

  1. good..
    jazakillah khairan ukht..

  2. wa iyyaki
    semoga berkah, ya, shalihat…🙂

  3. kalau saya biasa pake metode ke 1 dan 2. Jadi inget nih ujian hafalan bulan desember, belum nyampe target -_-“

    • Mbak Indah pernah nyoba variasi atau improvisasi metoda2 tahfidz?
      misalnya metoda Qur’anuna yang mengoptimalkan penggunaan otak kiri,
      atau yg semacam Hanifida, yang mengoptimalkan penggunaan otak kanan?

      memang bagus2, Mbak!
      Risma pernah nyoba… tapi akhirnya balik lg ke metoda pribadi, he

      yah, apapun metodanya, kata ustadz Abdul Aziz, yang penting mah
      keistiqamahan-nya, yg terus menerus tiada putus…
      Nah! *ini yg sulit -_-

      **maka semoga diberikan kemudahan dalam menjaga kalam-Nya ya, mbak ^_^
      aamiin…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: