Oleh: sangprofesor | November 1, 2011

Tentang Dzulhijjah #2 [Keutamaan]

Diantara nikmat yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya adalah dijadikannya waktu-waktu tertentu menjadi waktu-waktu yang diutamakan oleh Allah, sehingga kita sebagai hamba dianjurkan untuk memperbanyak amal pada waktu-waktu tersebut. Di antara waktu yang diutamakan oleh Allah adalah sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Ada beberapa amalan yang kita dianjurkan untuk memperbanyak melakukannya pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah tersebut.

Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Bulan Dzulhijjah

Keterangan mengenai keutamaan sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah bisa kita dapati di dalam al Qur’an maupun di dalam hadits Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam. Allah berfirman dalam surat Al Fajr ayat 2(yang artinya), ”Dan demi malam yang sepuluh.”

Para ahli tafsir menjelaskan bahwa diantara makna ’malam yang sepuluh’ pada ayat tersebut adalah sepuluh hari pertama pada bulan Dzulhijjah. Dalam Tafsir Juz ’Amma dikatakan makna sepuluh malam terakhir tersebut adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Memaknai kata ’malam’ dengan makna ’hari’ bukanlah penafsiran yang aneh karena dalam bahasa arab terkadang kata malam memang bisa dimaknai dengan ’hari’, dan kata ’hari’ terkadang bisa dimaknai dengan ’malam’. Perlu diketahui, Allah tidaklah memilih sesuatu yang digunakan untuk bersumpah kecuali sesuatu yang memiliki keutamaan atau keagungan. Dan di dalam ayat tersebut, Allah menggunakan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah untuk bersumpah. Maka ini menunjukkan keutamaan dan keagungan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Adapun di antara hadits yang menunjukkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu ’Abbas, Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari yang sepuluh ini(yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah). Para sahabat bertanya: ”Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam menjawab: ”Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.” (HR.Bukhari)

Di antara penyebab diutamakannya sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah karena di dalamnya terdapat hari Arafah(tepatnya pada 9 Dzulhijjah). Hari Arafah adalah hari yang sangat mulia di dalam Islam, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits, Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Di antara hari yang Allah banyak membebaskan seseorang dari neraka adalah di hari Arofah (yaitu untuk orang yang berada di Arofah). Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka pada malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yang diinginkan oleh mereka?” (HR. Muslim).

Dianjurkan memperbanyak Amalan

Hendaknya setiap muslim dan muslimah menyibukkan diri pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah dengan banyak melakukan amal ketaatan dalam  rangka memanfaatkan kesempatan yang mulia ini. Setiap amalan yang dilakukan pada waktu ini akan dilipatgandakan. Bahkan sebuah amalan yang kurang utama pun jika dilakukan pada waktu ini akan menjadi amalan yang utama. Mujahid mengatakan, ”Amalan disepuluh hari pada awal bulan Dzulhijjah akan dilipatgandakan.”

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: