Oleh: sangprofesor | November 1, 2011

Tentang Dzulhijjah #3 [Amalan Awal Dzulhijjah]

Amalan-amalan yang Bisa Dilakukan

Berikut ini di antara amalan yang bisa kita lakukan pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah,

Memperbanyak Puasa

Menurut penuturan para istri nabi shalallahu ’alaihi wa sallam, beliau biasa melakukan puasa pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, dan ini menjadi kebiasaan rutin beliau. Sebagaimana dikisahkan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Hunaidah bin Kholid, bahwasannya istri-istri Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam berkata ”Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah” (HR. Abu Daud)

Melaksanakan Puasa Arofah

Di antara puasa-puasa pada sepuluh hari tersebut ada puasa yang dinamakan dengan puasa Arofah. Puasa Arofah adalah puasa yang dilaksanakan bertepatan dengan waktu wukufnya para jamaah haji di Arofah. Berpuasa pada hari Arofah adalah amalan yang sangat besar keutamaannya, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam, ”Puasa Arofah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura(10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR.Muslim)

Dan perlu diingat, anjuran untuk melakukan puasa Arofah hanyalah bagi kaum muslimin yang tidak melaksanakan haji. Adapun bagi yang sedang berhaji maka puasa tersebut tidak dianjurkan.

Memperbanyak Doa

Di antara amalan yang dianjurkan pula untuk diperbanyak pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah adalah doa, terlebih pada hari Arofah. Hal ini berdasarkan hadits yang telah dibawakan di atas dan juga berdasarkan sebuah hadits dari ’Amr bin Syu’aib bahwasanya Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ”Sebaik-baik doa adalah pada hari Arofah.” (HR. Tirmidzi, Hasan)

Bertahlil, Bertakbir, dan Bertahmid

Sahabat Ibnu Umar radhiyallahu ’anhuma mengisahkan bahwa nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda: ”Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan did alamnya daripada berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid.” (HR.Ahmad)

Maka kaum muslimin dianjurkan untuk berhalil, bertakbir dan bertahmid pada hari-hari tersebut dengan perorangan, tidak berjamaah, karena itulah yang dilakukan oleh sahabat dan tabi’in. Adapun di antara lafadz yang bisa digunakan adalah: Allahu akbar, Allahu akbar, laa ilaha illahu wallahu akbar, Allahu akbar wa lillahi ilmadu

Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah

Syikh Abdullah bin Abdurrahman Al Jibrin berkata: Amal ini (haji dan umrah) adalah amal yang paling utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara lain adalah sabda Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam: ”Dari umrah ke umrah adalah tebusan(dosa-dosa yagn dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya tiada lain adalah Surga.”(Muttafaq ’alaih)

Berkurban

Dianjurkan bagi kaum muslimin untuk berkurban pada Hari Raya Qurban dan hari-hari tasyriq. Diriwayatkan bahwa, ”Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam berkurban dengan menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak Mencabut atau Memotong Rambut dan kuku bagi yang Hendak Berkurban

Amal ini disyari’atkan khusus bagi kaum muslimin yang hendak berkurban. Diriwayatkan dari Ummu Salamah radhiyallahu anha, ”Jika kamu melihat hilal bulan Dzulhijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)

Larangan ini hanya dikhususkan bagi orang-orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban.

Melaksanakan Shalat Idul Adha dan Mendengarkan Khutbahnya

Idul Adha adalah hari besar islam yang hanya didapati setahun sekali. Pada hari tersebut kaum muslimin disyariatkan utnuk melaksanakan shalat ’Id secara berjamaah dan mendengarkan khutbah. Maka sepatutnya bagi kaum muslimin untuk tidak melewatkan kesempatan setahun sekali ini.

Benyak Beramal Shalih

Dianjurkan pula untuk mengamalkan ibadah-ibadah sunah lainnya seperti: memperbanyak shalat sunnah, bersedekah, membaca al Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya, sebab amalan-amalan tersebut pada sepuluh hari tersebut akan dilipatgandakan pahalanya. Tentu selama amalan itu ikhlas karena Allah dan dituntunkan oleh Nabi-Nya shalallahu ’alaihi wa sallam.

Penutup

Demikian banyaknya amalan yang bisa kita lakukan pada sepuluh hari pertama Bulan Dzulhijjah. Semoga kita diberi semangat dan kesempatan oleh Allah Ta’ala untuk bisa melakukannya dan tidak menyia-nyiakan kesempatan yang telah diberikannya. Amin.

 ~***~ 

Maroji: Tafsir karimirrohman fii Tafsir kalamil Mannan Karya Syaikh ’Abdurrahman As Sa’adi, Tafsir Juz ’Amma karya Syaikh Muhammad bin Soleh Al ’Utsaimin, dan Fadlu Ayyami ’Asyr Dzil Hijjah wal A’mal Waridah Fiiha Karya Syaikh Abdullah Al Jibrin(diunduh dari http://www.saaid.net/mktarat/hajj/4.htm)
*disalin ulang dari buletin At Tauhid edisi 42


Responses

  1. amin ya Allah..

  2. Alhamdulillah ^_^

  3. Allah itu maha pemurah,,,saat seperti ini Allah melipatgandakan pahala bagi orang yang mengerjakan kebaikan,,termasuk yang agan sebutkan diatas,,
    terima kasih buat infonya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: