Oleh: sangprofesor | November 9, 2011

Tentang Dzulhijjah #4 [Hari Tasyriq]

Di sebuah tempat bernama dapur…

Ratna Chan : “Mbak, Mbak Risma…” *sambil mencuci piring makannya
Saya : “Hm!?” *sibuk ama sayuran
Ratna Chan : “Mbak Risma, aku yakin, besok(Senin/11 Dzulhijjah 1432) pasti Mbak Risma ga puasa!”
Saya : “He… ya iya lah, Dek… besok ‘kan hari Tasyriq…”
Ratna Chan : “Makanya aku bilang aku yakin kalo Mbak Risma ga bakalan puasa, hehe… Padahal besok itu hari Senin, ya, Mbak, ya…”
Saya :” iya…” *sambil tersenyum

***

Maha Besar Allah… dalam ad dien yang diridhai-Nya ini, Islam, semua hal telah diatur-Nya sedemikian rupa sehingga, dan kita percaya dalam setiap perintah-Nya, pastilah ada kebaikan, begitupun dalam setiap Ia melarang…

Bagi orang yang terbiasa menjaga hari-harinya dengan puasa sunnah, entah itu puasa sunnah Senin-Kamis, Ayyamul bidh, atau Daud, atau seperti yang baru saja dilakukan? Sudah terbiasa dengan memperbanyak puasa pada 10 hari di awal Dzulhijjah? Arofah!? Ahya… mungkin akan ada yang agak ganjil ketika tiba-tiba kita tidak berpuasa lagi pasca hari Nahr, 10 Dzulhijjah, ied Adha.

Namun demikian, pasti ada kebaikan dalam setiap perintah-Nya, dalam setiap Ia melarang…

Cobalah pikir, kalau dalam 3 hari ini(tasyriq, red) kau diperbolehkan berpuasa… Hum, mungkin akan agak ‘nyesek’ juga; berpuasa sendirian, di tengah semarak orang-orang yang dengan gembiranya menyantap hidangan bermenu variatif dari salah sumber protein hewani yang bernama daging sapi/kambing itu… tapi perkara kaya gini sih, biasa, no matter buat mereka yg teguh imannya. Tapi dalam daripada itu, kemungkinan daging-dagingnya menjadi banyak yang bakal mubadzir lebih besar juga donk, ya!? Sebenernya bisa dibagi-bagiin juga sie…

Ah, apapun, inilah Tasyriq! Haram bagi muslim(in/at) berpuasa pada hari-hari ini… dan cuma syukur yang harus kita panjatkan atas segalanya;  

Allah is Great, and praise upon Him.
“Thank You Allah for your blessing on me…”

~***~

عَنْ أَبِي مُرَّةَ مَوْلَى أُمِّ هَانِئٍ أَنَّهُ دَخَلَ مَعَ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو عَلَى أَبِيهِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ ، فَقَرَّبَ إِلَيْهِمَا طَعَامًا ، فَقَالَ : كُلْ . قَالَ : إِنِّي صَائِمٌ . قَالَ عَمْرٌو : كُلْ ، فَهَذِهِ الأَيَّامُ الَّتِي كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْمُرُنَا بِفِطْرِهَا ، وَيَنْهَى عَنْ صِيَامِهَا . قَالَ مَالِكٌ : وَهِيَ أَيَّامُ التَّشْرِيقِ . صححه الألباني في صحيح أبي داود .

Dari Abi Murrah Maula (bekas budak) Umi Hani, Bahwa ia bersama Abdullah bin Amr datang kepada ayahnya Amru bin Ash, Maka disuguhkanlah kepada mereka berdua makanan. Ia (Amr bin Ash), “Makanlah”. Ia (Abdullah bin Amr) menjawab, “Aku sedang puasa”. Maka Amr bin Ash berkata, “Makanlah, karena hari ini adalah hari dimana Rasulullah shallallohu ‘alaihi wasallam memerintahkan kita untuk berbuka (makan) dan melarang dari berpuasa pada hari ini”. Malik berkata, “(yang dimaksud) Itulah hari-hari tasyriq”

(Dishohihkan Oleh Syeikh al-Albany dalam Shohih Sunnan Abi Daud)

اليوم الحادي عشر من ذي الحجة والثاني عشر والثالث عشر ، تسمى أيام التشريق

Hari 11, 12 dan 13 Dzulhijjah adalah Hari Tasyriq

~***~

FHQ Asy Syifa, 13 Dzulhijjah 1432

masih di hari tasyriq, sekalipun agak telat;
“Happy Ied Qurban, ya, sahabat!”
^^ mohon maafnya zhahir wa bathin ^^


Responses

  1. Lucu bener ratna itu. Itu adeknya risma?

  2. Iya…
    Adek ketemu gede, Pak…🙂

  3. hemmm,,,ya Allah memang memerintahkan umatnya untuk menjalankan perintahnya,,dan semua perintah dan larangannya pasti asd hikmahnya..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: