Oleh: sangprofesor | April 30, 2012

Sepenggal Pagi Putri

Pagi ini, Putri menyengajakan diri untuk shalat subuh berjamaah  di masjid yang letaknya tak jauh dari kontrakan tahfizhnya, Rumah Tahfizh Humaira. Sudah direncakannya pula untuk mengambil amalan yang keutamaannya setara dengan pahala umrah itu: Ya, lepas subuh berjamaah, ia tetap di masjid, tak bergeser dari tempat shalatnya, menghabiskan beberapa saat untuk berdzikir dengan dzikir yang matsur, membaca quran, memurajaah hafalannya, tadabbur, tafakur. Dan persis sebelum mentari itu muncul, ia tutup aktivitasnya disana dengan shalat sunah 2 rakaat: shalat suru’.

Tentunya, selalu saja nyaman yang ada ketika berada di tempat yang bernuansa full of ukhrawi seperti disini: Masjid. Namun Putri sadar, bahwa jika sudah selesai dengan satu pekerjaan, maka ada pekerjaan lain yang menanti untuk diselesaikan lagi, ada beberapa paper yang masih harus ia baca sebelum diskursus tesis bersama grup penelitiannya hari ini. Baiklah… Hari memang sudah tak begitu gelap lagi ketika ia mendahulukan kaki kirinya di batas suci seraya melafalkan doa itu, “Allahummaftahli abwaba min fadlik…”. Ia beranjak menuju kontrakannya.

***

Mengiringi langkah kakinya dengan rapalan doa agar Allah membuat hatinya tetap terpaut dengan masjid, mengizinkannya untuk kembali dan kembali lagi kesana, ke rumah-Nya. Kemudian sekedar menikmati udara pagi yang masih segar,  Putri kembali mengagumi tanda-tanda kebesaran Sang Pencipta itu; pergantian malam menjadi siang, udara, cahaya, semesta…

Alhamdulillah…” Putri hanya bergumam dalam senyumnya.

Ya. Ia hanya ingin kembali menafakuri, mensyukuri nikmat tak terkira yang telah Tuhan berikan kepada segenap manusia itu. Pun pada ketika ia menatap sekelompok beburung yang sedang terbang dengan formasi uniknya nun disana, di cakrawala langit yang belum pula cerah,

Mereka semua, juga sedang bertasbih hanya kepada-Mu ‘kan, ya, Rabb?” senyumnya.

Diperhatikan pula olehnya, di kejauhan sana, sesosok pemulung tampak memikul sekarung putih ukuran besarnya. Ada juga seorang nenek yang setiap pagi selalu menyapu halaman depan rumahnya yang luas. Dan ketika ia berpapasan jua dengan ibu pemilik warung kelontong dekat kontarakannya yang akan pergi bersama suaminya dengan mobil pick up merah mereka.

Mau ke pasar, bu?” Sapa Putri yang masih dalam setelan mukena putihnya.

Ia… Mau belanja!” Balas Ibu pemilik warung kelontong ceria.

Putri hanya tersenyum, menyeksamai mereka; yang berpagi-pagi memperhatikan apa itu yang namanya kebersihan; yang berpagi-pagi, bersama karungnya, mengumpulkan sesuatu yang orang bilang sampah, tetapi uang, tetapi sesuap nasi bagi mereka; yang berpagi-pagi, bersama suaminya, telah berangkat ke pasar sekedar untuk mengulak barang dagangan, entah stok warung atau sayuran segar, yang pasti nantinya “belanjaan” itu akan segera pula diserbu oleh segerombolan ibu-ibu dari kompleks perumahan ini. Mereka membawa kemanfaatan untuk sesama.

Maka pagi ini Putri kembali belajar….

Belajar dari Sang Pencipta; dari khalwat yang privat. Belajar dari alam dari semesta, belajar dari mereka; tentang optimis; tentang sabar dan tentang syukur, syukur, dan syukur;  tentang ejawantah nilai-nilai; bahwa kebersihan itu sebagian dari iman; bahwa Allah itu indah dan menyukai keindahan; bahwa senyum dan semangat itu, menularkan. Bahwa semestinya, kita menyambut pagi-Nya dengan ceria senantiasa.

Masih dalam senyumnya yang sahaja, ia hanya membisik satu kalimat pada dirinya,

Hidup itu harus semangat; semangatmu harus hidup; keep on move, ya, Putri…………

***

~Jogja, Rabiul awwal 1432 H~


Responses

  1. ayo semangat baca paper…😀

    • ayo…

      seperti semangat menjaring ikan di kali pinggir kampus itu ‘kah?

      *ahlan wa sahlan, Ashif… ^^

      • 😀

        iya ma, juga spt semangatnya menyambut pagi ^^

  2. s-e-m-a-n-g-a-t
    karena Allah…

    😀

  3. I love the web, simply just a moment back I was searching for a brand new pair of shoes and now I am here. So much info at the touch of a hand, it truly is simply incredible.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: