Oleh: sangprofesor | Juli 1, 2012

Sekali Lagi Tentang Al Aqsha

Ketidaktahuan umat tentang Masjid Al Aqsha merupakan fenomena yang menyedihkan. Sebagian menyangka, Qubah As Shokhrah (Dome of The Rock atau masjid berkubah kuning emas) adalah al Aqsha. Sebagian lagi mengira, bahwa Mushalla Al Marwani adalah bangunan tersendiri, bukan merupakan bagian dan tidak ada kaitannya sama sekali degan al Aqsha al Mubarak. Sebagian lagi bahkan kebingungan ketika mendengar istilah “al Aqsha al Mubarak” dan istilah “al Aqsha Al Qadim”(al Aqsha Kuno).

Lalu, sebenarnya apa yang dimaksud dengan al Aqsha al Mubarak? Mujiruddin Al Hanbali keturunan dari Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab dalam bukunya, mengatakan:”al Aqsha adalah sebutan bagi seluruh komplek Masjid yang dibatasi oleh dinding pembatas. Maka bangunan yang terdapat di dalam masjid dan bangunan-bangunan lainnya, seperti Qubbah as Shakhrah (Dome of The Rock), ruwaq-ruwaq(mihrab-mihrab masjid) dan bangunan-bangunan lainnya adalah bangunan-bangunan baru. Dan yang dimaksud dengan al Aqsha adalah komplek yang dibatasi oleh dinding pembatas.”

Ad Dubbagh dalam bukunya Al Quds, mengatakan: “Al Haram Al Qadasi (wilayah haram yang suci) terdiri dari dua bangunan masjid; pertama, Masjid Ash Shakhrah (atau Qubbah Ash Shakhrah). Kedua, Masjid Al Aqsha, serta bangunan-bangunan apa saja yang ada di sekitarnya, hingga dinding pembatas sekalipun.”

Dengan dasar ini, jelaslah yang ada di dalam batas dinding al Aqsha al Mubarak adalah bagian tak terpisahkan dari al Aqsha al Mubarak. Bahkan dindingnya itu sediri merupakan bagian dari al Aqsha.  Termasuk dinding dan semua pintu gerbang yang ada padanya adalah bagian tak terpisahkan dari al Aqsha yang diberkahi. Sehingga dinding sebelah barat, bagian tidak terpisahkan dari al Aqsha, begitu pula dengan tembok Al Buraq yang merupakan bagian dari Dinding Barat, juga bagian tak erpisahkan dari masjid Al Aqsha.

Termasuk Ribath al Kurd, juga bagian dari Dinding Barat, merupakan bagian tidak terpisahkan dari al Aqsha. Demikian pula dengan semua pintu masuk yang di dinding  Barat, seperti Pintu Barat(Bab Al Magharibah), juga semua bangunan yang ada di Dinding Barat seperti madrasah At Tankaziyah, semuanya bagian tak terpisahkan dari al Aqsha Mubarak.

Selain itu, perombakan dan pengalihfungsian tembok Al Buraq yang sekarang ini dikenal dengan sebutan “Benteng Ratapan” (sebagai bentuk penyesatan makna) adalah salah satu bentuk penistaan yang nyata dan terus-menerus terhadap al Aqsha al Mubarak. Juga penutupan Pintu Barat (yang merupakan bagian dari al Aqsha) yang dilakukan Israel hingga saat ini. Serta pengalihfungsian Madrasah At Tankaziyah (yang merupakan bagian dari al Aqsha) menjadi barak militer Israel hingga saat ini.

Muhammad Hasan Syarab dalam bukunya “Baitul maqdis dan Masjid al Aqsha”: “Masjid al Aqsha yang disebut dalam surat al Isra’ semuanya adalah al Haram al Qadasi. Tempat, dimana pahala shalat dilipatgandakan. Di penjuru mana saja, di komplek yang dikelilingi pagar tembok itu, apakah di ‘Masjid al Aqsha’ atau di Qubah as Shakhrah, atau di Mushalla al Marwani atau bahkan di pelataran berpasir yang berada di dalam komplek yang dibatasi dinding tersebut adalah semuanya Masjid al Aqsha. Setiap rakaat bernilai sama dengan 500 kali rakaat hingga 1000 kali rakaat dibanding dengan shalat shalat di masjid-masjid lainnya, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

***

*sumber: buletin KNRP disadur dari tulisan: “Apa yang dimaksud Masjid al Aqsha?” (Syeikh Raid Shalah, Ketua harakah Islam di wilayah Palestina)

**pic taken from http://pks-gajahmungkur.blogspot.com/2010_02_27_archive.html


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: