Oleh: sangprofesor | Juli 10, 2012

Menuju Jakarta 1 (To Play Fair)

…kembali membaca rangkaian berita di republika,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Rumah salah satu anggota tim sukses pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini di Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal.

“Insiden teror itu telah mencederai kesepakatan damai para cagub dan cawagub dalam rangka Pilkada DKI Jakarta,” kata Koordinator Relawan Pasangan Hidayat-Didik, Renold, di Jakarta, Kamis (21/6).

Ia menjelaskan, teror itu dialami, Suryadi, salah seorang anggota Timses Hidayat-Didik, yang tinggal di daerah Petogogan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rumahnya dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal, pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

“Ini bukan teror yang pertama dialami pendukung pasangan Hidayat-Didik yang bernomor 4. Sebelumnya anggota relawan sempat diancam dengan senjata api di kawasan Jakarta Utara,” katanya.

Menurut Renold, bom molotov yang dilemparkan pada dini hari itu mengenai bagian belakang mobil Suryadi, yang diparkir di dalam pagar rumah. Akibatnya bagian belakang mobil, terutama “cover” ban serep, rusak dan terlihat meleleh akibat terbakar bom molotov.

Beruntung, kata dia, sejumlah warga dan penjual nasi goreng mengetahui kejadian itu dan segera memadamkan api yang membakar bagian belakang mobil Suryadi, sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

“Saya tidak tahu pasti siapa pelaku teror tersebut. Namun dari informasi warga yang menyaksikan, jumlah pelaku ada dua orang dan mereka mengendarai sepeda motor. Usai melempar bom, kedua pelaku melarikan diri dengan motor,” kata Suryadi.

Ia menjelaskan, bom molotov itu terbuat dari botol bekas air minum kemasan ukuran 500 ml yang diisi bensin dan disumbat kain. Menurut Suryadi, ia akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian terdekat.

Suryadi yang dikenal sebagai guru mengaji di wilayah tempat tinggalnya itu berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku teror.

Ia menyayangkan barang bukti berupa kain telah dihilangkan oleh tokoh setempat.
“Sebab apa pun motifnya hal itu sangat membahayakan keamanan,” katanya.

Selama ini Suryadi sangat aktif menyosialisasikan pasangan Hidayat-Didik kepada masyarakat sekitar rumahnya. Bahkan belum lama ia menggelar acara sosial yang dihadiri 1.000 warga bersama Hidayat Nur Wahid.

***

Have you ever read this kind of news, my friends?
Let me say to them,
“Bung, bukan disini tempatnya, bung…
Kalau mau maen bom, mari kita ke Palestina.
Hadapi tank-tank Israel yang menindas dan menumpahkan darah para Palestinian yg tak berdosa…”

Ya manusia…. Yang kaya begitu tuh yang merusak dunia… Bukannya menjadi bagian dari solusi, malah jadi bagian dari masalah, padahal jelas amanah yang diembannya; adalah memelihara, adalah memakmurkan, adalah menuai rahmat bagi semesta alam…

Namun demikian. Taujih seorang ustadz,

“Memang politik seperti itu, Nak..  Tapi kau jangan pernah lupa firmanNya, ‘wa makaruu wa makarallah, wallahu khairul maakiriin’..”

Maka teruntuk saudara-saudara yang didzalimi dalam kancah siyasah kali ini,
Semoga dikuatkan. Semoga diberikan kekuatan…

Dan teruntuk siapapun yang terlibat di dalamnya: Be Better! Keep it Fair and Square!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: