Oleh: sangprofesor | Juli 10, 2012

Menuju Jakarta 1

Saya tidak berdomisili di daerah ini, tidak pula berasal dari kota metropolitan yang menjadi ibukota Negara ini, Indonesia. Saya hanya pernah menyapanya di beberapa kesempatan, sekedar mampir, sekedar numpang lewat. Dan dari segenap informasi yang saya baca, saya dengar, saya lihat, saya rasa, yang saya dapat tanpa harus saya menetap disana sekian lamanya, maka Jakarta ya Jakarta. Keras… Cadas…

Namun bagaimanapun juga, Jakarta adalah salah satu bagian dari hamparan bumi-Nya, bumi  Allah, yang kita diperintah untuk berjalan diatasnya, tidak untuk merusaknya, tapi memeliharanya, tapi memakmurkannya, tapi….

Tapi sungguh, sebenarnya Allah sudah menawarkan amanat ini kepada langit, kepada bumi, dan kepada gunung-gunung; namun semuanya enggan untuk memikulnya, dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya(berat), lalu dipikullah amanat itu oleh makhluk bernama manusia; kita. (Q.S 33:72)

***

Beberapa waktu lalu baca ROL aka Republika Online, dikabarkan kalau KPUD DKI sudah menyiapkan surat suara Braile buat para pemilih yang tunanetra. Nah, Alhamdulillah…, tersenyum aja ngebacanya. Satu sisi dari rangkaian Menuju Jakarta 1 ini membuat saya jadi teringat dengan ustadz Yetno, salah satu pengajar di Rumah Tahfidz Deresan Yogyakarta yang juga tunanetra, namun beliau luar biasa…. Dalam keterbatasan penglihatannya, beliau menjadi seorang hafidz Quran.

Janji-Nya di dalam al quran(Q.S 54: 17, 22, 32), bahwa telah Ia mudahkan al quran, telah Ia mudahkan al quran, telah Ia mudahkan al quran sebagai tanda(pelajaran). Dan kemudahan ini, menembus keterbatasan-keterbatasan, asalkan ada kemauan, asalkan ada kemauan, asalkan ada… Kemauan. Adapun kesulitan-kesulitan, patutlah kita menelunjuk pada diri pribadi, kembali mengevaluasi  dari dalam; dan memang, lagi-lagi ini tentang kebeningan visi & gelora menujunya. #NtMS 

Masih ingat posting Hifzhul Qur’an (part 4) ‘kan, sahabat? *Just click here to read more. Kalau imam Syafi’I saja terlupa akan beberapa hafalannya cuma gegara ga sengaja lihat betis seorang wanita, gimana dengan kita di jaman sekarang coba?? Aneh memang, waktu hot pants tank top dimana-mana?  Model K-Pop ngartis abis?? Padahal aslinya kalau mau menyadarkan diri dan konsisten dengan kesadarannya, sungguh, peradaban yang bermartabat dan yang maju itu justru yang punya etika berpakaiannya, yang sopan, yang tertutup, yang menutupi lekuk tubuhnya, yang ga kurang bahan pakaiannya, yang selesai total jahitan bajunya. Dan bukan yang meniru mode koteka itu…

Dan dalam hal ini, kalau belajar dari saudara-saudara kita yang tunanetra; Mereka, adalah sahabat-sahabat yang keterbatasannya mungkin adalah justru kelebihannya, kelebihannya adalah justru keterbatasannya; indra penglihatannya terhadap yang ‘macam-macam’ mungkin memang meniada; terjaga dari goda dunia dan seisinya; fitnah. Dan ga habis waktu juga buat, semisal, mantengin TV tiap hari, habis waktu nonton bola sampe jadi judi bola atau berantem ama sebaya(beda club/beda yang didukung ceritanya)? nonton gossip selebritis terkini yang akhirnya jadi bahan nyapa tetangga kanan kiri? atau acara lawak/music yang lebih banyak mematikan hati? dan kesia-siaan yang setara… Uhum, benar juga kata Fred Rogers,

“Barangkali televisi adalah satu-satunya peralatan elektronik yang lebih bermanfaat  justru setelah dimatikan”

Yah, sahabat, semoga saja termasuk yang bisa mensyukuri nikmat penglihatan yang ada, menggunakannya hanya dalam rangka beribadah kepada-Nya, mengambil pelajaran dari apa-apa yang terbentang di depan mata kita, keagungan-Nya.

***

Back to previous topic. Apresiasi aja buat KPUD DKI yang memberikan kepedulian pada hal yang mungkin akan ga begitu dipedulikan; perihal hak suara saudara2 kita yang tunanetra. Apresiasi juga buat warga Jakarta yang sebentar lagi insyaaLlah akan berpartisipasi dalam menggunakan hak suaranya, memilih orang yang akan memimpinnya. Moga bisa mengawal pilgubnya Jakarta dengan BERSIH, PEDULI dan PROFESIONAL…

Moga tunai amanah; Sukses!

***

Bumi-Nya, Sya’ban 1433 H

Bangun Indonesia Penuh Berkah


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: