Oleh: sangprofesor | Juni 25, 2013

di Seberkah Pagi #2

Mengawali setiap pagi dengan aktivitas qurani, itu yang kami syukuri dalam kebersamaan di sebuah rumah dengan nama Forum Halaqah Quran Asy Syifa ini. Alhamdulillah, ini sudah lama menjadi habit; saling membangunkan untuk qiyamul lail di sepertiga malam terakhir, menanti subuh, bersama-sama memurajaah hafalan dan mengkaji kitab tafsir/hadits/ulumul quran setiap selesai shalat subuh berjamaah. Lalu mengikuti aktivitas jama’i itu dengan tilawah dan wirid al matsurat wazhifah kubra secara mandiri, untuk kemudian kita menyebar di muka bumiNya, membawa semangat dari ayat-ayat yang menggerakkan itu dalam setiap aktivitas kita di luar sana…

aku sadar, meskipun kadang ada dinamika yang terasa untuk sebuah kata bernama ‘istiqamah’, namun Allah akan senantiasa menjaga hamba-Nya yang berikhtiar mendekat kepada-Nya. dan kalian tahu…, kalian pun pernah membuat diri ini terharu menyaksikan bentuk penjagaan-Nya itu…

seperti ketika aku mengetahui ikhtiar seorang ukhtiy yang shalat hajat, yang dalam doanya ia meminta agar Allah meringankannya untuk bisa bangun dan mendirikan shalat tahajud di sepertiga malamnya… :’)

seperti ketika aku mengetahui ikhtiar seorang ukhtiy lainnya yang membuat tulisan2 penyemangat di dinding kamar sebagai reminder-reminder targetan hafalan harian sampai tahunan… :’)

seperti ketika aku mengetahui bahwa aku merindukan juga sapaan itu dari seorang adik istimewa, “Mbak, gimana hafalannya?”  :’)

***

semoga al quran benar-benar bisa menjadi Syifaa’ buat kita, ya, sahabat…
menjadi pelipur kesedihan, kegelisahan, menjadi penguat…
dengan dijauhkannya segala kosa kata negatif
yang seharusnya tak ‘kan juga kita biarkan terus melekat
pada jiwa-jiwa optimis pengusung risalahnya,
mukminin-mukminat yang percaya…

Berpesan Syaikh Ibn ‘Atha’illah dalam Al Hikam,

“Jangan tinggalkan zikir lantaran hatimu tidak bisa
berkonsentrasi kepada Allah saat berzikir. Sebab,
kelalaianmu terhadap Allah ketika tidak berzikir lebih buruk
daripada kelalaianmu saat berzikir. Semoga Allah berkenan
mengangkat derajatmu dari zikir yang penuh
kelalaian menuju yang penuh dengan kesadaran (ingat
kepada Allah); dan dari zikir yang penuh dengan kesadaran
menuju zikir yang disemangati oleh kehadirann-Nya. Juga
dari zikir yang disemangati oleh kehadiran-Nya menuju
zikir yang meniadakan segala sesuatu selain-Nya. Dan yang
demikian itu bagi Allah bukanlah merupakan sesuatu yang
sulit.”

iya. dan al quran,
kita tahu,
ia adalah sebaik-baik dzikir…
maka mendekapnya erat dalam tiap langkah kita itu adalah sebuah keniscayaan.

Seperti kata seorang kawan kita, bahwa jikapun kenyataannya terlampau kelu lisan kita untuk membacanya…
kita dengarkan saja, kita dengarkan saja, tak apa…
ada ali basyfar, ada al ghamidi, ada mishary Rasyid al afasi,
ada ahmad saud… ada banyak pilihan yang bisa kita simak.
ya, al quran selalu punya cara untuk menyembuhkan, untuk menggerakkan…

maka seperti berkah di setiap pagiMu, ya Rabbana…
izinkan kami selalu bersyukur dalam ketaatan kepadaMu…
di dalam sunyi sepi sendiri,
atau di tengah ramai hiruk pikuk manusia yang seringnya melenakan itu…

radhitubillahi rabbaa… wa bil islami diina…
kami ingin hati kami ini termasuk hati yang tunduk senantiasa,
berpasrah hanya kepadaMu.

allahummarhamna bil quran…

***

Laboratorium Monjali, 28 Rabiul Tsani 1434

kangen kalian, FHQ’ers…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: