Oleh: sangprofesor | Oktober 28, 2013

Gumam

Dzikir bagi hati bagai air bagi ikan.
Bagaimana keadaan ikan, jika keluar dari air?

Ya, seperti itu keadaan hati jika keluar dari dzikir…

***

Lama tak menggumam disini.
Ya, menggumam saja tidak, apalagi serius menulis?🙂

***

Suatu ketika, seseorang yang sekarang menjadi suamiku pernah menuliskan di catatannya,

“Ada cerita panjang tentang bagaimana hari-hari di Hsinchu, rumah. Barangkali sudah banyak cerita menarik terlewatkan…

Barangkali frase-frase hidup sudah seperti kereta ekspres sebulan ini, sehingga banyak hal yang lupa dicatat, semoga tidak lupa untuk mensyukurinya.”

— My beloved husband, 2012–

***

Menyambung cerita dari titik nol kemarin dengan sedikit gumaman ini, tentang apapun fragmen kehidupan kita yang mungkin, “Banyak cerita terlewatkan; banyak cerita yang lupa dijadikan catatan; tetapi semoga, kita tidak lupa mensyukurinya…”

Tentang syukur yang akan selalu kurang jika dibanding dengan limpah ruah nikmat yang tlah Ia beri?

Allah, Semoga gumam kami pun menjadi dzikir, menjadi sebentuk syukur kami kepadaMu….

dzikir

***

The Windy City, 28 Oktober 2013

Q.S Ar Ra’d 28

*)pic taken from here


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: